Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu siangnya engkau sibuk berzikir
Tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
Mendayu ... merayu kepada-Nya Tuhan yang satu
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Ttentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
Solat yang dikerjakan sungguh khusyuk lagi tawadhu'
Tubuh dan qalbu bersatu memperhamba diri
Menghadap Rabbul Jalil menangisi kecurangan janji
"Innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku, ku serahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tidak akan kau sia-siakan walau sesaat yang berlalu
Setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
Di setiap kesempatan juga masa yang terluang
Alunan Al-Quran bakal kau dendang, bakal kau syairkan
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu malammu engkau sibukkan dengan
Bertarawih, berqiamullail, bertahajjud
Mengadu, merintih, meminta belas kasih
"Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
Mari kita meriahkan Ramadhan
Kita buru, kita cari suatu malam idaman
Yang lebih baik dari seribu bulan
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir
Mempersiap diri rohani dan jasmani
Menanti-nanti jemputan Izrail
Di kiri dan kanan lorong-lorong ridha Ar-Rahman
Duhai Ilahi
Andai ini Ramadhan terakhir buat kami
Jadikanlah ia Ramadhan paling bererti, paling berseri
Menerangi kegelapan hati kami
Menyeru ke jalan menuju redha serta kasih sayangMu Ya Ilahi
Semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti
Namun teman
Tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
Apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya
Yang mampu bagi seorang hamba itu
Hanyalah berusaha, bersedia meminta belas-Nya
Andai benar ini Ramadhan terakhir buat aku
MAAFKAN SEMUA KESALAHAN YANG PERNAH AKU LAKUKAN
"MARHABAN YAA RAMADHAN "
Aku tak pandai berpuitis kata-kata indah, aku tak reti nak ekspresi cinta aku, aku tak tahu nak mengayat berbunga-bunga, aku takde ayat power … Maaf … tapi apa yang aku tahu, aku buat apa yang aku rasa aku nak buat … aku tak boleh lebih dari itu kerana ini aku … aku hanya mahu difahami sahaja … ego bunyinya kan??? … tapi itulah yang menjadikan aku, AKU …
Showing posts with label Puasa. Show all posts
Showing posts with label Puasa. Show all posts
Friday, 8 July 2011
:: Puasa ::
1. Awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahan keampunan dan akhir pembebasan dari neraka
Az-Zahabi menyebutkan dalam Al-Mizan dari riwayat Hisyam bin ' Ammar dari jalan Sallam bin Sawwar dari Maslamah bin Ash-Shalti dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Awal bulan Ramadhan adalah rahmat , pertengahannya keampunan dan akhirnya ialah pembebasan dari Neraka
2. Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat
Ad - Dailami meriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat
3. Manafaat melaparkan perut
Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Barangsiapa yang melaparkan perutnya nescaya besarlah fikirannya dan cerdiklah hatinya
4. Penghulu segala amalan adalah lapar
Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Penghulu segala amalan itu ialah lapar dan kehinaan diri ialah pakaian bulu
5. Perkhabaran-perkhabaran ghaib sepanjang di bulan Ramadhan
Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abu Tahir Anas r.a. katanya : Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Apabila malam pertama bulan Ramadhan berserulah Tuhan Al- Jalil akan Malik Ridhwan penjaga Syurga seraya berfirman : Persiapkan Syurgaku dan hiasilah dia untuk orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad , janganlah engkau menutupnya bagi mereka sehingga habis bulan mereka ( Ramadhan ). Kemudian Tuhan Al-Jalil memanggil Malaikat penjaga Neraka : Hai Malik ! Malik menjawab : Ya Tuhanku! Kemudian Allah berfirman : Tutuplah pintu - pintu Neraka Jahim dari orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad dan janganlah engkau membukanya untuk mereka . Kemudian menyeru Jibrail : Ya Jibrail ! Lalu Jibrail menjawab : Ya Tuhanku ! Lalu Tuhan berfirman : Turunlah engkau ke bumi dan rantaikan syaitan - syaitan yang jahat itu supaya mereka tidak merosakkan puasa umat Ahmad.
Pada tiap - tiap hari bulan Ramadhan iaitu di kala matahari naik dan di kala berbuka puasa Allah mempunyai orang - orang yang dibebaskan dari Neraka laki - laki dan wanita . Pada tiap - tiap langit Allah mempunyai seorang Malaikat yang balungnya di bawah ' Arasy Ar-Rahman manakala dua kakinya berada diperbatasan bumi ketujuh yang bawah , satu sayapnya berada di Masriq yang bertatahkan marjan , mutiara besar dan permata , dan satu sayap lagi berada di Mahgrib yang bertatahkan dengan marjan , mutiara besar dan permata , Malaikat itu berseru : Adakah orang yang bertaubat yang akan diterima taubatnya ? Adalah orang yang berdoa' yang akan diqabulkan doa'nya ? Adalah orang yang teraniaya yang akan ditolong ? Adalah orang yang memohon ampun yang akan diberikan keampunan ? Adakah orang yang meminta yang akan diberikan permintaannya ? Nabi bersabda lagi : Dan Tuhan berseru sepanjang bulan Ramadhan: Para hambaku laki-laki dan perempuan , bergembiralah, hampir - hampir akan diangkat dari kamu akan makanan - makanan ini kepada rahmat dan kemuliannku.
Apabila malam Lailatul-Qadri Jibrail turun dalam satu golongan para Malaikat yang berselawat ( berdoa') ke atas tiap - tiap hamba Allah yang bangun dan yang duduk berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla
Apabila Hari Raya Fitrah Allah membanggakan mereka kepada para Malaikatnya : Hai para Malaikatku , apakah balasan bagi buruh yang telah menunaikan kerjanya ? Para Malaikat menjawab : Ya Tuhan kami , balasannya ialah disempurnakan upahnya. Allah lalu berfirman : Hamba - hambaku yang laki - laki dan perempuan, telah menunaikan kewajipanku atas mereka, kemudian mereka keluar dengan mengangkatkan suara mereka berdoa' kepadaku. Demi kebesaran dan kemuliaanku, demi ketinggian tempatku, pasti Aku akan kabulkan doa' mereka pad hari ini. Kembalilah, sesungguhnya Aku telah memberi keampunan kepada kamu dan Aku telah gantikan kejahatan - kejahatan kamu dengan kebaikan - kebaikan , maka mereka pun kembali dengan mendapat keampunan ).
6. Kelebihan Puasa di bulan Rejab
Abu Muhammad Al- Khallal , Ad-Dailami , Al-Ashbahani meriwayatkan dari Mansor bin Yazid Al-Asadi , dari Musa bin 'Imran , dari Anas bin Malik r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Bahawasanya di dalam Syurga ada sebuah sungai yang dipanggil Rejab , airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu , barangsiapa berpuasa sehari sahaja dari bulan Rejab nescaya Allah memberinya minum dari sungai itu.
7. Puasa bulan Rejab
Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abdul - Baqi dari jalan Abu Bakr Muhammad bin Al-Hasan An Naqqasy , dari Abu Sa'id r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Rejab adalah bulan Allah , Sya'ban bulanku dan Ramdahan bulan umatku , maka barangsiapa yang berpuasa bulan Rejab dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah , maka ia wajib mendapat keridhaan dari Allah Yang Maha Agung dan menempatkan dalam Syurga Al-Firdaus yang tertinggi . Barangsiapa berpuasa dua hari dari bulan Rejab maka baginya pahala dua kali ganda , timbangan tiap - tiap ganda bagaikan bukit - bukit di dunia . Barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan Rejab maka Allah menjadikan antaranya dan Neraka sebuah parit yang panjangnya sepanjang perjalanan setahun . Barangsiapa berpuasa empat hari dari bulan Rejab maka ia akan diselamatkan dari bala , gila , kusta dan sopak , dari fitnah Al-Masih Ad - Dajjal dan dari azab kubur. Barangsiapa berpuasa enam hari dari bulan Rejab, maka ia keluar dari kuburnya dengan wajah yang lebih bersinar daripada sinar bulan pada malam purnama .
Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan Rejab , maka pintu - pintu tujuh buah Neraka ditutup baginya , tiap - tiap sehari puasa ditutup satu pintu dari pintu - pintu Neraka itu . Barangsiapa berpuasa lapan hari dari bulan Rejab, maka dibuka untuknya pintu Syurga yang lapan buah itu , tiap- tiap sehari puasa sebuah pintu dibuka .
Barangsiapa berpuasa sembilan hari dari bulan Rekab , maka ia keluar dari kuburnya sedangkan ia menyeru La Ilaha Illallah , maka wajahnya tidak datang kecuali syurgalah baginya . Barangsiapa berpuasa sepuluh hari dari bulan Rejab , maka Allah menjadikan untuknya atas tiap- tiap satu mail Shirath akan permaidani yang ia beristirahat di atasnya .
Barangsiapa berpuasa sebelas hari dari bulan Rejab , maka ia tidak akan dilihat di Akhirat nanti lebih utama daripadanya kecuali orang yang berpuasa Rejab seperti dia ataupun lebih daripadanya . Barangsiapa berpuasa dua belas hari dari bulan Rejab , maka pada hari Qiamat Allah memakaikannya dua pakaian , satu pakaian lebih baik daripada dunia dan segala isinya .
Barangsiapa berpuasa tiga belas hari dari bulan Rejab , maka dihidangkan untuknya sebuah hidangan dalam bayang - bayang ' Arasy lalu ia memakannya sedangkan orang ramai berada dalam kesusahan yang amat sangat . Barangsiapa berpuasa empat belas hari dari bulan Rejab , maka Allah memberikannya pahala yang tidak pernah dilihat oleh mata , tidak didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di hati .
Barangsiapa berpuasa lima belas hari dari bulan Rejab , maka Allah menempatkan dia di hari Qiamat di tempat orang - orang yang selamat , tiada lalu seorang Malaikat Muqarrabin dan tiada lalu pula seorang Nabi yang diutuskan kecuali mereka berkata : Berbahagialah engkau ! Engkau adalah di antara orang - orang yang selamat sejahtera ).
8. Puasa Tiga Bulan Berturut - Turut
Maksudnya dari Abu Hurairah RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah menyempurnakan puasa sebulan penuh selepas Ramadhan melainkan bulan Rejab dan Sya'ban.
Az-Zahabi menyebutkan dalam Al-Mizan dari riwayat Hisyam bin ' Ammar dari jalan Sallam bin Sawwar dari Maslamah bin Ash-Shalti dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Awal bulan Ramadhan adalah rahmat , pertengahannya keampunan dan akhirnya ialah pembebasan dari Neraka
2. Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat
Ad - Dailami meriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat
3. Manafaat melaparkan perut
Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Barangsiapa yang melaparkan perutnya nescaya besarlah fikirannya dan cerdiklah hatinya
4. Penghulu segala amalan adalah lapar
Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Penghulu segala amalan itu ialah lapar dan kehinaan diri ialah pakaian bulu
5. Perkhabaran-perkhabaran ghaib sepanjang di bulan Ramadhan
Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abu Tahir Anas r.a. katanya : Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Apabila malam pertama bulan Ramadhan berserulah Tuhan Al- Jalil akan Malik Ridhwan penjaga Syurga seraya berfirman : Persiapkan Syurgaku dan hiasilah dia untuk orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad , janganlah engkau menutupnya bagi mereka sehingga habis bulan mereka ( Ramadhan ). Kemudian Tuhan Al-Jalil memanggil Malaikat penjaga Neraka : Hai Malik ! Malik menjawab : Ya Tuhanku! Kemudian Allah berfirman : Tutuplah pintu - pintu Neraka Jahim dari orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad dan janganlah engkau membukanya untuk mereka . Kemudian menyeru Jibrail : Ya Jibrail ! Lalu Jibrail menjawab : Ya Tuhanku ! Lalu Tuhan berfirman : Turunlah engkau ke bumi dan rantaikan syaitan - syaitan yang jahat itu supaya mereka tidak merosakkan puasa umat Ahmad.
Pada tiap - tiap hari bulan Ramadhan iaitu di kala matahari naik dan di kala berbuka puasa Allah mempunyai orang - orang yang dibebaskan dari Neraka laki - laki dan wanita . Pada tiap - tiap langit Allah mempunyai seorang Malaikat yang balungnya di bawah ' Arasy Ar-Rahman manakala dua kakinya berada diperbatasan bumi ketujuh yang bawah , satu sayapnya berada di Masriq yang bertatahkan marjan , mutiara besar dan permata , dan satu sayap lagi berada di Mahgrib yang bertatahkan dengan marjan , mutiara besar dan permata , Malaikat itu berseru : Adakah orang yang bertaubat yang akan diterima taubatnya ? Adalah orang yang berdoa' yang akan diqabulkan doa'nya ? Adalah orang yang teraniaya yang akan ditolong ? Adalah orang yang memohon ampun yang akan diberikan keampunan ? Adakah orang yang meminta yang akan diberikan permintaannya ? Nabi bersabda lagi : Dan Tuhan berseru sepanjang bulan Ramadhan: Para hambaku laki-laki dan perempuan , bergembiralah, hampir - hampir akan diangkat dari kamu akan makanan - makanan ini kepada rahmat dan kemuliannku.
Apabila malam Lailatul-Qadri Jibrail turun dalam satu golongan para Malaikat yang berselawat ( berdoa') ke atas tiap - tiap hamba Allah yang bangun dan yang duduk berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla
Apabila Hari Raya Fitrah Allah membanggakan mereka kepada para Malaikatnya : Hai para Malaikatku , apakah balasan bagi buruh yang telah menunaikan kerjanya ? Para Malaikat menjawab : Ya Tuhan kami , balasannya ialah disempurnakan upahnya. Allah lalu berfirman : Hamba - hambaku yang laki - laki dan perempuan, telah menunaikan kewajipanku atas mereka, kemudian mereka keluar dengan mengangkatkan suara mereka berdoa' kepadaku. Demi kebesaran dan kemuliaanku, demi ketinggian tempatku, pasti Aku akan kabulkan doa' mereka pad hari ini. Kembalilah, sesungguhnya Aku telah memberi keampunan kepada kamu dan Aku telah gantikan kejahatan - kejahatan kamu dengan kebaikan - kebaikan , maka mereka pun kembali dengan mendapat keampunan ).
6. Kelebihan Puasa di bulan Rejab
Abu Muhammad Al- Khallal , Ad-Dailami , Al-Ashbahani meriwayatkan dari Mansor bin Yazid Al-Asadi , dari Musa bin 'Imran , dari Anas bin Malik r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Bahawasanya di dalam Syurga ada sebuah sungai yang dipanggil Rejab , airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu , barangsiapa berpuasa sehari sahaja dari bulan Rejab nescaya Allah memberinya minum dari sungai itu.
7. Puasa bulan Rejab
Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abdul - Baqi dari jalan Abu Bakr Muhammad bin Al-Hasan An Naqqasy , dari Abu Sa'id r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Rejab adalah bulan Allah , Sya'ban bulanku dan Ramdahan bulan umatku , maka barangsiapa yang berpuasa bulan Rejab dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah , maka ia wajib mendapat keridhaan dari Allah Yang Maha Agung dan menempatkan dalam Syurga Al-Firdaus yang tertinggi . Barangsiapa berpuasa dua hari dari bulan Rejab maka baginya pahala dua kali ganda , timbangan tiap - tiap ganda bagaikan bukit - bukit di dunia . Barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan Rejab maka Allah menjadikan antaranya dan Neraka sebuah parit yang panjangnya sepanjang perjalanan setahun . Barangsiapa berpuasa empat hari dari bulan Rejab maka ia akan diselamatkan dari bala , gila , kusta dan sopak , dari fitnah Al-Masih Ad - Dajjal dan dari azab kubur. Barangsiapa berpuasa enam hari dari bulan Rejab, maka ia keluar dari kuburnya dengan wajah yang lebih bersinar daripada sinar bulan pada malam purnama .
Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan Rejab , maka pintu - pintu tujuh buah Neraka ditutup baginya , tiap - tiap sehari puasa ditutup satu pintu dari pintu - pintu Neraka itu . Barangsiapa berpuasa lapan hari dari bulan Rejab, maka dibuka untuknya pintu Syurga yang lapan buah itu , tiap- tiap sehari puasa sebuah pintu dibuka .
Barangsiapa berpuasa sembilan hari dari bulan Rekab , maka ia keluar dari kuburnya sedangkan ia menyeru La Ilaha Illallah , maka wajahnya tidak datang kecuali syurgalah baginya . Barangsiapa berpuasa sepuluh hari dari bulan Rejab , maka Allah menjadikan untuknya atas tiap- tiap satu mail Shirath akan permaidani yang ia beristirahat di atasnya .
Barangsiapa berpuasa sebelas hari dari bulan Rejab , maka ia tidak akan dilihat di Akhirat nanti lebih utama daripadanya kecuali orang yang berpuasa Rejab seperti dia ataupun lebih daripadanya . Barangsiapa berpuasa dua belas hari dari bulan Rejab , maka pada hari Qiamat Allah memakaikannya dua pakaian , satu pakaian lebih baik daripada dunia dan segala isinya .
Barangsiapa berpuasa tiga belas hari dari bulan Rejab , maka dihidangkan untuknya sebuah hidangan dalam bayang - bayang ' Arasy lalu ia memakannya sedangkan orang ramai berada dalam kesusahan yang amat sangat . Barangsiapa berpuasa empat belas hari dari bulan Rejab , maka Allah memberikannya pahala yang tidak pernah dilihat oleh mata , tidak didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di hati .
Barangsiapa berpuasa lima belas hari dari bulan Rejab , maka Allah menempatkan dia di hari Qiamat di tempat orang - orang yang selamat , tiada lalu seorang Malaikat Muqarrabin dan tiada lalu pula seorang Nabi yang diutuskan kecuali mereka berkata : Berbahagialah engkau ! Engkau adalah di antara orang - orang yang selamat sejahtera ).
8. Puasa Tiga Bulan Berturut - Turut
Maksudnya dari Abu Hurairah RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah menyempurnakan puasa sebulan penuh selepas Ramadhan melainkan bulan Rejab dan Sya'ban.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
Thursday, 7 July 2011
Hadis Berkaitan Puasa
Mungkin hasil yang diraih seorang shoim (yang berpuasa) hanya lapar dan haus, dan mungkin hasil yang dicapai seorang yang shalat malam (qiyamul lail) hanyalah berjaga. (HR Ahmad dan Hakim)
Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun (HR Tirmidzi)
Barangsiapa berbuka puasa Ramadan sehari tanpa rukhshah (alasan yang dibenarkan) atau sakit, maka tidak akan dapat ditebus (dosanya) dengan berpuasa seumur hidup dia melakukannya. (HR Bukhari dan Muslim)
Dari : 1100 Hadits Terpilih, Sinar Ajaran Muhammad. Dr. Muhammad Faiz Al-Math, Gema Insani Press, 1991, hal. 28
Diriwayatkan daripada Sahl bin Sa'd Radhiallahu 'anhu daripada Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Maksudnya: "Sesungguhnya di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan yang mana pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya (dan) tidak seorangpun selain mereka memasukinya. Dikatakan: "Dimanakah orang-orang yang berpuasa?" Maka mereka pun berdiri (untuk memasukinya), tidak ada seorangpun selain mereka yang memasukinya. Apabila mereka telah masuk maka pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorangpun yang masuk dari padanya." (Hadith riwayat Bukhari)
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu daripada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Maksudnya: "Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: "Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan Aku memberikan balasan (pahala) kepadanya, (kerana) dia (orang yang berpuasa) telah meniggalkan syahwat dan makan minumnya kerana Aku." (Hadith riwayat Muslim)
Diriwayatkan daripada Abu Sa'id Al-Khudri Radhiallahu 'anhu berkata, aku mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Maksudnya: "Barangsiapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah nescaya Allah akan menjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun." (Hadith riwayat Bukhari)
Dari Salim, dari bapaknya ra, katanya seorang laki-laki bermimpi bahwa malam qadar terdapat pada malam ke dua puluh tujuh bulan Ramadhan. Maka bersabda Nabi saw, "Aku bermimpi seperti mimpimu, yaitu pada sepuluh malam yang akhir. Karena itu carilah dia pada malam-malam yang ganjil." (Shahih Muslim)
Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Carilah malam qadar itu pada sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan. Jika kamu lelah, maka janganlah dilewatkan pada tujuh malam yang masih tinggal." (HR Muslim)
Sabda Rasulullah saw, "Barangsiapa meninggal dunia sedangkan ia mempunyai tanggungan puasa, maka walinya (boleh) berpuasa untuk menggantikannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Nabi saw. bersabda: "Puasa dan Al Qur'an memberi syafaat kepada hamba Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, 'Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Dan Al Qur'an pun berkata, 'Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Lalu syafaat keduanya diterima Allah." (HR Ahmad)
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda: "Di dalam bulan Ramadhan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada umat-umat sebelumnya:
1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi.
2. Para malaikat selalu memintakan ampunan untuk mereka hingga mereka berbuka.
3. Setiap hari Allah menghias surga Nya sambil berkata, 'Hamba-hamba Ku yang saleh ingin melepas beban dan penderitaannya dan mereka rindu untuk memasukimu.'
4. Pada bulan ini diikatlah setan-setan yang durhaka sehingga mereka tidak leluasa mencapai apa yang dapat dicapainya pada bulan lain.
5. Mereka diampuni oleh Allah SWT pada malam yang terakhir dari bulan itu. Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul Qadar?' Beliau menjawab, 'Tidak, karena orang yang bekerja itu akan dipenuhi upahnya manakala sudah menyelesaikan pekerjaannya.' (HR Ahmad)
Dari Jabir ra. bahwa Nabi saw. bersabda: "Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka." (HR Ahmad)
Rasulullah saw. bersabda: Sahur itu seluruhnya berkah, karena itu janganlah kamu meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan malaikat Nya memberi shalawat kepada orang-orang yang makan pada waktu sahur. (HR Ahmad)
Sabda Rasulullah s. a. w.; "Tiga doa yang sangat mustajab, doa orang yang puasa, doa orang yang di zalimi dan orang yang musafir." - Riwayat Ahmad, Bukhari, Abu Dawud & Tirmidzi
Nabi s. a. w. bersabda; "Tidurnya orang yang puasa tetap dalam ibadat dan diamnya dianggap tasbih dan amalnya dilipatgandakan dan doanya mustajab dan dosanya diampunkan." - Riwayat Al Baihaqi
Rasululah s. a. w. bersabda; "Puasa itu bagaikan perisai, maka apabila seseorang kamu berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berkata kasar. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. Aku ini puasa." - Sahih Bukhari
Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun (HR Tirmidzi)
Barangsiapa berbuka puasa Ramadan sehari tanpa rukhshah (alasan yang dibenarkan) atau sakit, maka tidak akan dapat ditebus (dosanya) dengan berpuasa seumur hidup dia melakukannya. (HR Bukhari dan Muslim)
Dari : 1100 Hadits Terpilih, Sinar Ajaran Muhammad. Dr. Muhammad Faiz Al-Math, Gema Insani Press, 1991, hal. 28
Diriwayatkan daripada Sahl bin Sa'd Radhiallahu 'anhu daripada Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Maksudnya: "Sesungguhnya di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan yang mana pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya (dan) tidak seorangpun selain mereka memasukinya. Dikatakan: "Dimanakah orang-orang yang berpuasa?" Maka mereka pun berdiri (untuk memasukinya), tidak ada seorangpun selain mereka yang memasukinya. Apabila mereka telah masuk maka pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorangpun yang masuk dari padanya." (Hadith riwayat Bukhari)
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu daripada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Maksudnya: "Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: "Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan Aku memberikan balasan (pahala) kepadanya, (kerana) dia (orang yang berpuasa) telah meniggalkan syahwat dan makan minumnya kerana Aku." (Hadith riwayat Muslim)
Diriwayatkan daripada Abu Sa'id Al-Khudri Radhiallahu 'anhu berkata, aku mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Maksudnya: "Barangsiapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah nescaya Allah akan menjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun." (Hadith riwayat Bukhari)
Dari Salim, dari bapaknya ra, katanya seorang laki-laki bermimpi bahwa malam qadar terdapat pada malam ke dua puluh tujuh bulan Ramadhan. Maka bersabda Nabi saw, "Aku bermimpi seperti mimpimu, yaitu pada sepuluh malam yang akhir. Karena itu carilah dia pada malam-malam yang ganjil." (Shahih Muslim)
Dari Ibnu 'Umar ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Carilah malam qadar itu pada sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan. Jika kamu lelah, maka janganlah dilewatkan pada tujuh malam yang masih tinggal." (HR Muslim)
Sabda Rasulullah saw, "Barangsiapa meninggal dunia sedangkan ia mempunyai tanggungan puasa, maka walinya (boleh) berpuasa untuk menggantikannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Nabi saw. bersabda: "Puasa dan Al Qur'an memberi syafaat kepada hamba Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, 'Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Dan Al Qur'an pun berkata, 'Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Lalu syafaat keduanya diterima Allah." (HR Ahmad)
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda: "Di dalam bulan Ramadhan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada umat-umat sebelumnya:
1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi.
2. Para malaikat selalu memintakan ampunan untuk mereka hingga mereka berbuka.
3. Setiap hari Allah menghias surga Nya sambil berkata, 'Hamba-hamba Ku yang saleh ingin melepas beban dan penderitaannya dan mereka rindu untuk memasukimu.'
4. Pada bulan ini diikatlah setan-setan yang durhaka sehingga mereka tidak leluasa mencapai apa yang dapat dicapainya pada bulan lain.
5. Mereka diampuni oleh Allah SWT pada malam yang terakhir dari bulan itu. Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul Qadar?' Beliau menjawab, 'Tidak, karena orang yang bekerja itu akan dipenuhi upahnya manakala sudah menyelesaikan pekerjaannya.' (HR Ahmad)
Dari Jabir ra. bahwa Nabi saw. bersabda: "Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka." (HR Ahmad)
Rasulullah saw. bersabda: Sahur itu seluruhnya berkah, karena itu janganlah kamu meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan malaikat Nya memberi shalawat kepada orang-orang yang makan pada waktu sahur. (HR Ahmad)
Sabda Rasulullah s. a. w.; "Tiga doa yang sangat mustajab, doa orang yang puasa, doa orang yang di zalimi dan orang yang musafir." - Riwayat Ahmad, Bukhari, Abu Dawud & Tirmidzi
Nabi s. a. w. bersabda; "Tidurnya orang yang puasa tetap dalam ibadat dan diamnya dianggap tasbih dan amalnya dilipatgandakan dan doanya mustajab dan dosanya diampunkan." - Riwayat Al Baihaqi
Rasululah s. a. w. bersabda; "Puasa itu bagaikan perisai, maka apabila seseorang kamu berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berkata kasar. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. Aku ini puasa." - Sahih Bukhari
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
Subscribe to:
Posts (Atom)