Murah Rezeki, Mudah ke Syurga
Hadis Rasulullah s.a.w yang bermaksud : “Solat sunat Dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran (kemiskinan) dan tidak ada yang akan memelihara sunat Dhuha itu melainkan orang-orang yang bertaubat.”
Imam Tarmizi meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Sesiapa yang bersolat sunat Dhuha secara rutin, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”
Rasulullah bersabda: “Bahawasanya di syurga ada pintu yang dinamakan “Dhuha”, maka jika datang pada hari kiamat, berserulah (malaikat):”Manakah orang-orang yang selalu bersolat Dhuha? Inilah pintu kami persilakan mereka masuk ke dalamnya dengan rahmat Allah SWT.” (Riwayat Tabrani)
Buraidah meriwayatkan bahawa Rasulullah s.aw. bersabda: “Pada diri manusia itu ada 360 ruas tulang, dituntut ke atasnya untuk memberi sedekah kepada setiap satu daripada ruas-ruas tersebut.”
Para sahabat bertanya, siapakah yang terdaya melakukannya ya Rasulullah? Lalu baginda bersabda : “Boleh juga dilakukan dengan menahan kahak di lantai masjid atau menghilangkan halangan di jalanan, kalau tidak dapat dilakukan maka dengan melakukan dua rakaat solat sunat Dhuha cukup baginya.”
Doa Selepas Solat Sunat Dhuha
Ya Allah
Sesungguhnya waktu Dhuha itu waktu DhuhaMu
Kecantikannya adalah kecantikanMu
Keindahan itu keindahanMu
Kekuatan itu kekuatanMu
Kekuasaan itu kekuasaanMu
Dan perlindungan itu perlindunganMu
Ya Allah
Jika rezekiku masih di langit ... Turunkanlah
Dan jika di dalam bumi ... Keluarkanlah
Jika sukar ... Permudahkanlah
Jika haram ... Sucikanlah
Dan jika jauh ... Dekatkanlah
Berkat waktu Dhuha
Kecantikan, Keindahan, Kekuatan, KekuasaanMu
Limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan
Kepada hamba-hambaMu yang soleh
Aku tak pandai berpuitis kata-kata indah, aku tak reti nak ekspresi cinta aku, aku tak tahu nak mengayat berbunga-bunga, aku takde ayat power … Maaf … tapi apa yang aku tahu, aku buat apa yang aku rasa aku nak buat … aku tak boleh lebih dari itu kerana ini aku … aku hanya mahu difahami sahaja … ego bunyinya kan??? … tapi itulah yang menjadikan aku, AKU …
Tuesday, 24 April 2012
Tuesday, 14 February 2012
:: Menghadapi Pendengki ::
Bagaimanapun anda berbuat baik kepada orang yang hasud, misalnya membawakan makanan dan minuman kepadanya, memakaikan pakaiannya, membawakan air wudhunya, menyikatkan permadaninya, membersihkan rumahnya dan lain-lain, anda akan tetap dianggapnya sebagai musuh. Mengapa demikian? Sebab hal-hal yang menjadi pemicu permusuhan dengannya itu masih melekat pada diri anda, iaitu keutamaan, ilmu pengetahuan, harta atau jabatan anda. Bagaimanapun anda tidak akan dapat berdamai dengannya selama anda belum menanggalkan karunia-karunia tersebut dari diri anda. Orang yang iri hati akan selalu menunggu-nunggu saat anda terpeleset, menanti-nanti bila anda terjatuh dan berangan-angan suatu saat anda tergelincir.
Hari terbaik baginya adalah hari anda jatuh sakit, malam terindah baginya adalah malam anda jatuh miskin, dan saat-saat paling membahagiakan baginya adalah hari anda tertimpa bencana dan waktu yang paling disukainya adalah hari dia melihat anda gelisah, resah, sedih, dan rapuh.
Momen yang paling menyeksanya adalah ketika ia melihat anda menjadi kaya raya. Berita paling menyedihkannya adalah ketika anda meraih keberuntungan dan menjadi orang terhormat dan bencana paling besar baginya adalah ketika anda mendapat promosi.
Tawa anda adalah tangisnya, pesta anda adalah upacara kematiannya dan keberhasilan anda adalah kegagalannya.
Dia akan melupakan segala-galanya tentang diri anda kecuali kesalahan-kesalahan anda. Dia tidak memandang apa pun kepada diri anda kecuali pada kekurangan-kekurangan anda. Kesalahan anda yang kecil, baginya lebih besar daripada gunung Uhud. Dosa anda yang sepele, menurutnya lebih berat daripada gunung Tsahlan. Meskipun anda lebih fasih daripada Sahban, baginya anda lebih gagap daripada Baqil. Meskipun anda lebih dermawan daripada Hatim, baginya anda lebih kikir darpada Madir. Meskipun anda lebih cerdas daripada Asy Syafi’i, dia memandang anda lebih bodoh dari pada Habnaqah.
Orang yang memuji anda di hadapannya dianggapnya pendusta. Orang yang menyanjung anda di dekatnya dianggapnya orang munafik. Orang yang memuji anda di majelisnya dianggapnya orang rendah yang tak tahu etika. Sebaliknya, dia mempercayai orang yang mencela anda, menyukai orang yang membenci anda, mendekati orang yang memusuhi anda, menolong orang yang tidak menyukai dan tidak akrab dengan anda. Warna putih menurut pandangan mata anda, terlihat hitam baginya. Siang dalam penglihatan anda, malam dalam pandangannya.
Maka dari itu, janganlah anda menjadikannya sebagai hakim dalam perkara anda dengan orang lain, karena dia telah memvonis anda bersalah sebelum mendengar tuntutan dan melihat bukti-bukti. Janganlah anda membocorkan rahasia kepadanya, karena dia sangat bersemangat menyebarkan dan menyiarkannya. Ia menyimpan kekeliruan anda sampai hari ia membutuhkannya dan mencatat kesalahan anda sampai hari ia memerlukannya. Cara menghadapinya hanyalah menghindari dan meninggalkannya, menghilang dari pandangannya, menjauhi rumahnya, dan menyingkir dari tempatnya. Sebab dia sebenarnya adalah sang penindas yang berpenampilan orang yang tertindas. Tak usah anda membalasnya, sudah cukup baginya kepahitan di kerongkongannya, duka nestapa yang dialaminya, kesedihan yang merundungnya, dan kecelakaan yang dirasakannya.
Andalah yang membuatnya sakit dan menderita; andalah yang membuatnya tidak bisa tidur dan gundah gulana; andalah yang mendatangkan kegelisahan, kesedihan, kelelahan, dan keletihan padanya.
Aku berhasil, maka sujudlah orang yang dulu mencela diri
Dia tidak kucela, itulah pemaafan dan penghinaanku baginya
Itu juga yang kualami di antara keluarga dan orang sebangsaku
Sebab, barang yang berharga memang aneh di mana saja berada
Orang yang iri pada kebaikanku, berdusta di belakangku
Berghibah sembunyi-sembunyi, memuji-muji di depan mata
Demikian nasihat dari Syaikh Dr. ’Aidh al Qarny hafizhahullah
Sungguh, kedengkian adalah penyakit mematikan bagi pengidapnya. Hatinya sempit, jiwanya bergoncang, pikiran pun buram, karena semua telah diliputi rasa khawatir terhadap kemuliaan orang lain, sedih terhadap kebahagiann orang lain, dan marah terhadap pujian yang diterima orang lain.
Ia menolak dan membantah ketika ada ulama atau tokoh yang memberi kesaksian positif terhadap aktivis da’wah lain. Ia cari-cari alasan agar kesaksian itu menjadi mentah dan tidak berharga. Sungguh betapa lelah dan payahnya orang seperti itu. Orang-orang yang disebutnya ahli bid’ah, ternyata disebut Ahlus Sunnah oleh para ulama, tokoh yang disebutnya sebagai teroris dan khawarij, ternyata disebut mujahid yang syahid oleh para ulama. Akhirnya, ia hidup hingga matinya diliputi kebencian, angkara murka, dan tanpa kasih sayang sesama muslim, kecuali yang dirahmati oleh Allah ’Azza wa Jalla untuk berubah.
Di mana saja berada, orang-orang seperti ini menjadi kerikil dalam sepatu bagi saudaranya sesama muslim. Kecil tetapi mengganggu, atau seperti kutil, kecil tetapi merusak pemandangan.
Dengki tidaklah memandang usia dan tempat, ia bisa diidap siapa saja dan hidup di mana saja. Orang yang menjadi korban juga tidak memandang usia dan posisi, siapa saja pernah menjadi sasaran kedengkian. Baik itu jamaah, ulama, da’i, politisi, tokoh negara, guru, pedagang, dan sebagainya. Maka carilah ridha Allah ’Azza wa Jalla dalam berda’wah, jangan hiraukan ucapan yang melemahkan, tuduhan yang menggoncangkan, dan fitnah yang membingungkan, karena ketika Anda menjadikan Allah ’Azza wa Jalla sebagai satu-satunya tujuan dan tempat bersandar, maka musuh-musuhmu akan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali celaka bagi dirinya sendiri. (FaridNu'man)
Hari terbaik baginya adalah hari anda jatuh sakit, malam terindah baginya adalah malam anda jatuh miskin, dan saat-saat paling membahagiakan baginya adalah hari anda tertimpa bencana dan waktu yang paling disukainya adalah hari dia melihat anda gelisah, resah, sedih, dan rapuh.
Momen yang paling menyeksanya adalah ketika ia melihat anda menjadi kaya raya. Berita paling menyedihkannya adalah ketika anda meraih keberuntungan dan menjadi orang terhormat dan bencana paling besar baginya adalah ketika anda mendapat promosi.
Tawa anda adalah tangisnya, pesta anda adalah upacara kematiannya dan keberhasilan anda adalah kegagalannya.
Dia akan melupakan segala-galanya tentang diri anda kecuali kesalahan-kesalahan anda. Dia tidak memandang apa pun kepada diri anda kecuali pada kekurangan-kekurangan anda. Kesalahan anda yang kecil, baginya lebih besar daripada gunung Uhud. Dosa anda yang sepele, menurutnya lebih berat daripada gunung Tsahlan. Meskipun anda lebih fasih daripada Sahban, baginya anda lebih gagap daripada Baqil. Meskipun anda lebih dermawan daripada Hatim, baginya anda lebih kikir darpada Madir. Meskipun anda lebih cerdas daripada Asy Syafi’i, dia memandang anda lebih bodoh dari pada Habnaqah.
Orang yang memuji anda di hadapannya dianggapnya pendusta. Orang yang menyanjung anda di dekatnya dianggapnya orang munafik. Orang yang memuji anda di majelisnya dianggapnya orang rendah yang tak tahu etika. Sebaliknya, dia mempercayai orang yang mencela anda, menyukai orang yang membenci anda, mendekati orang yang memusuhi anda, menolong orang yang tidak menyukai dan tidak akrab dengan anda. Warna putih menurut pandangan mata anda, terlihat hitam baginya. Siang dalam penglihatan anda, malam dalam pandangannya.
Maka dari itu, janganlah anda menjadikannya sebagai hakim dalam perkara anda dengan orang lain, karena dia telah memvonis anda bersalah sebelum mendengar tuntutan dan melihat bukti-bukti. Janganlah anda membocorkan rahasia kepadanya, karena dia sangat bersemangat menyebarkan dan menyiarkannya. Ia menyimpan kekeliruan anda sampai hari ia membutuhkannya dan mencatat kesalahan anda sampai hari ia memerlukannya. Cara menghadapinya hanyalah menghindari dan meninggalkannya, menghilang dari pandangannya, menjauhi rumahnya, dan menyingkir dari tempatnya. Sebab dia sebenarnya adalah sang penindas yang berpenampilan orang yang tertindas. Tak usah anda membalasnya, sudah cukup baginya kepahitan di kerongkongannya, duka nestapa yang dialaminya, kesedihan yang merundungnya, dan kecelakaan yang dirasakannya.
Andalah yang membuatnya sakit dan menderita; andalah yang membuatnya tidak bisa tidur dan gundah gulana; andalah yang mendatangkan kegelisahan, kesedihan, kelelahan, dan keletihan padanya.
Aku berhasil, maka sujudlah orang yang dulu mencela diri
Dia tidak kucela, itulah pemaafan dan penghinaanku baginya
Itu juga yang kualami di antara keluarga dan orang sebangsaku
Sebab, barang yang berharga memang aneh di mana saja berada
Orang yang iri pada kebaikanku, berdusta di belakangku
Berghibah sembunyi-sembunyi, memuji-muji di depan mata
Demikian nasihat dari Syaikh Dr. ’Aidh al Qarny hafizhahullah
Sungguh, kedengkian adalah penyakit mematikan bagi pengidapnya. Hatinya sempit, jiwanya bergoncang, pikiran pun buram, karena semua telah diliputi rasa khawatir terhadap kemuliaan orang lain, sedih terhadap kebahagiann orang lain, dan marah terhadap pujian yang diterima orang lain.
Ia menolak dan membantah ketika ada ulama atau tokoh yang memberi kesaksian positif terhadap aktivis da’wah lain. Ia cari-cari alasan agar kesaksian itu menjadi mentah dan tidak berharga. Sungguh betapa lelah dan payahnya orang seperti itu. Orang-orang yang disebutnya ahli bid’ah, ternyata disebut Ahlus Sunnah oleh para ulama, tokoh yang disebutnya sebagai teroris dan khawarij, ternyata disebut mujahid yang syahid oleh para ulama. Akhirnya, ia hidup hingga matinya diliputi kebencian, angkara murka, dan tanpa kasih sayang sesama muslim, kecuali yang dirahmati oleh Allah ’Azza wa Jalla untuk berubah.
Di mana saja berada, orang-orang seperti ini menjadi kerikil dalam sepatu bagi saudaranya sesama muslim. Kecil tetapi mengganggu, atau seperti kutil, kecil tetapi merusak pemandangan.
Dengki tidaklah memandang usia dan tempat, ia bisa diidap siapa saja dan hidup di mana saja. Orang yang menjadi korban juga tidak memandang usia dan posisi, siapa saja pernah menjadi sasaran kedengkian. Baik itu jamaah, ulama, da’i, politisi, tokoh negara, guru, pedagang, dan sebagainya. Maka carilah ridha Allah ’Azza wa Jalla dalam berda’wah, jangan hiraukan ucapan yang melemahkan, tuduhan yang menggoncangkan, dan fitnah yang membingungkan, karena ketika Anda menjadikan Allah ’Azza wa Jalla sebagai satu-satunya tujuan dan tempat bersandar, maka musuh-musuhmu akan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali celaka bagi dirinya sendiri. (FaridNu'man)
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
Friday, 3 February 2012
:: 10 Surah Al-Quran Untuk Amalan ::
Dibawah ada 10 surah yang kalau kita amalkan ada macam-macam kelebihan di dalamnya. Mungkin kita boleh kongsikan demi kebaikan bersama insyaallah ...
10 SURAH YANG MUJARAB DARI NABI MUHAMMAD S.A.W.
1. SURAH AL-FATIHAH
Amalkan membaca Surah Al-Fatihah semasa hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya'Allah akan aman tenteram dan terjauh daripada gangguan syaitan. Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengubati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah s.w.t. Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari iaitu dengan mengerjakan solat 5 waktu.
2. SURAH YAASIN
Telah bersabda Rasulullah s.a.w., sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati Al-Qur'an ialah Surah Yaasin iaitu jantung Al-Qur'an. Sesiapa yang membaca Surah Yaasin, nescaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai sepuluh kali membaca Al-Qur'an seluruhnya. (Hadis riwayat At-Tarmizi dari Anas r.a. Rasulullah s.a.w. juga bersabda : Surah Yaasin dinamakan di dalam kitab Taurat dengan sebutan "At-Mu'ammah" (yang umum), yang mengumumkan pembacanya dengan kebaikan dunia dan akhirat, menanggung segala bala baik dari kesusahan di dunia mahu pun akhirat. Pembaca juga akan dilindungi dari setiap keburukan dan kejahatan serta segala hajat dan kemahuan akan Allah kabulkan. Jika dibaca dalam satu malam semata-mata mengharapkan keredaan Allah, nescaya Allah akan mengampunkan dosanya. (Hadis riwayat Malik, Ibnu-Sunni dan Ibnu Hibban). Surah Yaasin ni juga jika diamalkan, akan terselamatlah kita dari kehausan di hari KIAMAT.
3. SURAH AT-DHUHAN
Dibaca sekali pada malam Jumaat agar kita terselamat dari huru hara di Padang Mahsyar.
4. SURAH AL-WAQI'AH
Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca Surah Al-Waqi'ah pada tiap-tiap malam, insya'Allah tidak akan merasai kepapaan. Mereka yang membacanya sebagai wirid, insya'Allah akan beroleh kesenangan selama-lamanya. Mereka yang membacanya sebanyak 14 kali setiap lepas solat As ar, insya'Allah akan dikurniakan dengan rezeki yang banyak. Selepas solat Isyak, ambillah segelas air lalu bacalah Surah Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqi'ah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum. Dalam hati, niat untuk menjaga kecantikan diri dan kebahagiaan rumahtangga kita. Makna Surah Al-Waqi'ah Ayat 35-38 ialah : "Sesungguhnya, Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa. Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya dengan umurnya.
5. SURAH AL-KHAUTHAR
Sesiapa yang mengamalkan membaca surah ini sebanyak 1,000 kali, maka Allah s.w.t. akan menghasilkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat. Sesiapa yang membaca 1,000 kali juga selepas solat Isyak hingga dia tertidur, insya'Allah dia dapat melihat Rasulullah s.a.w. dalam tidurnya.
6. SURAH AL-KHAAFIRUUN
Sesiapa yang membaca Surah Al-Khaafiruun, maka bandingannya seperti membaca seperempat Al-Qur'an, disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan syaitan dan terlepas dari peristiwa yang mengejutkan (Riwayat At-Tarmizi). Sebelum tidur, bacalah surah ini agar kita mati dalam iman serta membersihkan kotoran dalam diri kita.
7. SURAH AL-MULK
Sebuah lagi Surah dari Al-Qur'an iaitu Surah Al-Mulk mempunyai fadilat dan faedah yang amat besar bagi sesiapa yang mengamalkan membacanya. Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca akan surah ini, akan mendapat syafaat dan keampunan dosa-dosanya. Mereka yang membacanya pada setiap malam, insya'Allah, akan terselamat dari azab kubur.
8. SURAH AL-IKHLAS
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada isteri kesayangan baginda, Siti Aisyah, antara mafhumnya : "Wahai Aisyah isteri ku, sebelum kamu tidur, khatamlah dulu Al-Qur'an." Siti Aisyah lalu berkata, "Wahai suami ku, saya tidak mampu khatam Al-Qur'an sebanyak 30 juzuk itu." Apabila mendengar kata-kata Siti Aisyah tersebut, Rasulullah s.a.w. sambil tersenyum lalu menjawab, "Barangsiapa yang membaca 3 kali sebelum tidur, seolah-olah ia telah khatam Al-Qur'an keseluruhannya." Dari Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada Saidina Ali r.a., "Sesiapa hendak pergi musafir, kemudian ketika dia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surah Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali. Ibnu Said Al-Khanafi menerangkan : "Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas, ertinya bersih atau lepas. Maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas, maka ia akan dilepaskan kesusahan duniawi, dimudahkan di dalam gelombang sakratulmaut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat."
9. SURAH AL-FALAQ
Siti Aisyah menerangkan : "Bahawa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Baginda membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan, kemudian disapukan keseluruh tubuh dan kepala. Barang siapa terkena penyakit kerana perbuatan syaitan atau manusia, hendaklah membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturut-turut. Barang siapa yang takut akan godaan syaitan dan manusia, takut dalam kegelapan malam atau takut dengan kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.
10. SURAH AN-NAS
Surah An-Nas adalah surah yang terakhir (ke-114) dalam Al-Qur'an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang bermaksud manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah ini adalah bagi menganjurkan manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan baik yang berasal dari golongan manusia mahu pun jin. Surah An-Nas ini juga adalah penerang hati.
Untuk menambah sayang suami pada kita elok juga kita amalkan membaca Surah At Tahrim setiap hari selepas subuh secara istiqamah. Insyaallah ...
10 SURAH YANG MUJARAB DARI NABI MUHAMMAD S.A.W.
1. SURAH AL-FATIHAH
Amalkan membaca Surah Al-Fatihah semasa hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya'Allah akan aman tenteram dan terjauh daripada gangguan syaitan. Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengubati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah s.w.t. Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari iaitu dengan mengerjakan solat 5 waktu.
2. SURAH YAASIN
Telah bersabda Rasulullah s.a.w., sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati Al-Qur'an ialah Surah Yaasin iaitu jantung Al-Qur'an. Sesiapa yang membaca Surah Yaasin, nescaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai sepuluh kali membaca Al-Qur'an seluruhnya. (Hadis riwayat At-Tarmizi dari Anas r.a. Rasulullah s.a.w. juga bersabda : Surah Yaasin dinamakan di dalam kitab Taurat dengan sebutan "At-Mu'ammah" (yang umum), yang mengumumkan pembacanya dengan kebaikan dunia dan akhirat, menanggung segala bala baik dari kesusahan di dunia mahu pun akhirat. Pembaca juga akan dilindungi dari setiap keburukan dan kejahatan serta segala hajat dan kemahuan akan Allah kabulkan. Jika dibaca dalam satu malam semata-mata mengharapkan keredaan Allah, nescaya Allah akan mengampunkan dosanya. (Hadis riwayat Malik, Ibnu-Sunni dan Ibnu Hibban). Surah Yaasin ni juga jika diamalkan, akan terselamatlah kita dari kehausan di hari KIAMAT.
3. SURAH AT-DHUHAN
Dibaca sekali pada malam Jumaat agar kita terselamat dari huru hara di Padang Mahsyar.
4. SURAH AL-WAQI'AH
Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca Surah Al-Waqi'ah pada tiap-tiap malam, insya'Allah tidak akan merasai kepapaan. Mereka yang membacanya sebagai wirid, insya'Allah akan beroleh kesenangan selama-lamanya. Mereka yang membacanya sebanyak 14 kali setiap lepas solat As ar, insya'Allah akan dikurniakan dengan rezeki yang banyak. Selepas solat Isyak, ambillah segelas air lalu bacalah Surah Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqi'ah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum. Dalam hati, niat untuk menjaga kecantikan diri dan kebahagiaan rumahtangga kita. Makna Surah Al-Waqi'ah Ayat 35-38 ialah : "Sesungguhnya, Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa. Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya dengan umurnya.
5. SURAH AL-KHAUTHAR
Sesiapa yang mengamalkan membaca surah ini sebanyak 1,000 kali, maka Allah s.w.t. akan menghasilkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat. Sesiapa yang membaca 1,000 kali juga selepas solat Isyak hingga dia tertidur, insya'Allah dia dapat melihat Rasulullah s.a.w. dalam tidurnya.
6. SURAH AL-KHAAFIRUUN
Sesiapa yang membaca Surah Al-Khaafiruun, maka bandingannya seperti membaca seperempat Al-Qur'an, disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan syaitan dan terlepas dari peristiwa yang mengejutkan (Riwayat At-Tarmizi). Sebelum tidur, bacalah surah ini agar kita mati dalam iman serta membersihkan kotoran dalam diri kita.
7. SURAH AL-MULK
Sebuah lagi Surah dari Al-Qur'an iaitu Surah Al-Mulk mempunyai fadilat dan faedah yang amat besar bagi sesiapa yang mengamalkan membacanya. Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca akan surah ini, akan mendapat syafaat dan keampunan dosa-dosanya. Mereka yang membacanya pada setiap malam, insya'Allah, akan terselamat dari azab kubur.
8. SURAH AL-IKHLAS
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada isteri kesayangan baginda, Siti Aisyah, antara mafhumnya : "Wahai Aisyah isteri ku, sebelum kamu tidur, khatamlah dulu Al-Qur'an." Siti Aisyah lalu berkata, "Wahai suami ku, saya tidak mampu khatam Al-Qur'an sebanyak 30 juzuk itu." Apabila mendengar kata-kata Siti Aisyah tersebut, Rasulullah s.a.w. sambil tersenyum lalu menjawab, "Barangsiapa yang membaca 3 kali sebelum tidur, seolah-olah ia telah khatam Al-Qur'an keseluruhannya." Dari Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada Saidina Ali r.a., "Sesiapa hendak pergi musafir, kemudian ketika dia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surah Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali. Ibnu Said Al-Khanafi menerangkan : "Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas, ertinya bersih atau lepas. Maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas, maka ia akan dilepaskan kesusahan duniawi, dimudahkan di dalam gelombang sakratulmaut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat."
9. SURAH AL-FALAQ
Siti Aisyah menerangkan : "Bahawa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Baginda membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan, kemudian disapukan keseluruh tubuh dan kepala. Barang siapa terkena penyakit kerana perbuatan syaitan atau manusia, hendaklah membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturut-turut. Barang siapa yang takut akan godaan syaitan dan manusia, takut dalam kegelapan malam atau takut dengan kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.
10. SURAH AN-NAS
Surah An-Nas adalah surah yang terakhir (ke-114) dalam Al-Qur'an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang bermaksud manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah ini adalah bagi menganjurkan manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan baik yang berasal dari golongan manusia mahu pun jin. Surah An-Nas ini juga adalah penerang hati.
Untuk menambah sayang suami pada kita elok juga kita amalkan membaca Surah At Tahrim setiap hari selepas subuh secara istiqamah. Insyaallah ...
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
Friday, 8 July 2011
:: Siapa Lelaki Dayus? ::
Siapa itu lelaki dayus yang dimaksudkan oleh Nabi s.a.w tidak akan masuk syurga.
Nabi s.a.w bersabda : ثلاثة لا ينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة: العاق لوالديه، والمترجلة، والديوث. رواه أحمد والنسائي
Ertinya : Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat (bermakna tiada bantuan dari dikenakan azab) mereka di hari kiamat : Si penderhaka kepada ibu bapa, si perempuan yang menyerupai lelaki dan si lelaki DAYUS" (Riwayat Ahmad & An-Nasaie : Albani mengesahkannya Sohih : Ghayatul Maram, no 278)
Dalam sebuah hadith lain pula : ثلاثةٌ قد حَرّمَ اللهُ - تَبَارَكَ وَتَعَالَى - عليهم الجنةَ : مُدْمِنُ الخمر ، والعاقّ ، والدّيّوثُ الذي يُقِرُّ في أَهْلِهِ الخُبْثَ . رواه أحمد والنسائي .
Ertinya : Tiga yang telah Allah haramkan baginya Syurga : Orang yang ketagih arak, si penderhaka kepada ibu bapa dan Si Dayus yang membiarkan maksiat dilakukan oleh ahli keluarganya" (Riwayat Ahmad)
Malah banyak lagi hadith-hadith yang membawa makna yang hampir dengan dua hadith ini. Secara ringkasnya, apakah dan siapakah lelaki dayus?
Erti Dayus
Dayus telah disebutkan dalam beberapa riwayat athar dan hadith yang lain iaitu :-
1) Sabda Nabi : -
وعن عمار بن ياسر عن رسول الله قال ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدا الديوث والرجلة من النساء والمدمن الخمر قالوا يا رسول الله أما المدمن الخمر فقد عرفناه فما الديوث قال الذي لا يبالي من دخل على أهله
Ertinya : Dari Ammar bin Yasir berkata, ia mendengar dari Rasulullah s.a.wberkata : " Tiga yang tidak memasuki syurga sampai bila-bila iaitu Si DAYUS, si wanita yang menyerupai lelaki dan orang yang ketagih arak" lalu sahabat berkata : Wahai Rasulullah, kami telah faham erti orang yang ketagih arak, tetapi apakah itu DAYUS? , berkata nabi : "IAITU ORANG YANG TIDAK MEMPERDULIKAN SIAPA YANG MASUK BERTEMU DENGAN AHLINYA (ISTERI DAN ANAK-ANAKNYA) - (Riwayat At-Tabrani ; Majma az-Zawaid, 4/327 dan rawinya adalah thiqat)
Dari hadith di atas, kita dapat memahami bahawa maksud lelaki DAYUS adalah si suami atau bapa yang langsung tiada perasaan risau dan ambil endah dengan siapa isteri dan anaknya bersama, bertemu, malah sebahagiannya membiarkan sahaja isterinya dan anak perempuannya dipegang dan dipeluk oleh sebarangan lelaki lain.
2) Pernah juga diriwayatkan dalam hadith lain, soalan yang sama dari sahabat tentang siapakah dayus, lalu jawab Nabi : قالوا يا رسول الله وما الديوث قال من يقر السوء في أهله
Ertinya : Apakah dayus itu wahai Rasulullah?. Jawab Nabi : Iaitu seseorang (lelaki) yang membiarkan kejahatan (zina, buka aurat, bergaul bebas) dilakukan oleh ahlinya (isteri dan keluarganya)
Penerangan Ulama Tentang Lelaki Dayus
Jika kita melihat tafsiran oleh para ulama berkenaan istilah Dayus, ia adalah seperti berikut :-
هو الذي لا يغار على أهله
Ertinya : "Seseorang yang tidak ada perasaan cemburu (kerana iman) terhadap ahlinya (isteri dan anak-anaknya) (An-Nihayah, 2/147 ; Lisan al-Arab, 2/150)
Imam Al-'Aini pula berkata : "Cemburu lawannya dayus" (Umdatul Qari, 18/228)
Berkata pula An-Nuhas : قال النحاس هو أن يحمي الرجل زوجته وغيرها من قرابته ويمنع أن يدخل عليهن أو يراهن غير ذي محرم
Ertinya : Cemburu (iaitu lawan kepada dayus) adalah seorang lelaki itu melindungi isterinya dan kaum kerabatnya dari ditemui dan dilihat (auratnya) oleh lelaki bukan mahram " (Tuhfatul Ahwazi, 9/357)
Disebut dalam kitab Faidhul Qadir : فكأن الديوث ذلل حتى رأى المنكر بأهله فلا يغيره
Ertinya : Seolah-olah takrif dayus itu membawa erti kehinaan (kepada si lelaki) sehingga apabila ia melihat kemungkaran (dilakukan) oleh isteri dan ahli keluarganya ia tidak mengubahnya" (Faidhul Qadir, 3/327)
Imam Az-Zahabi pula berkata :-
فمن كان يظن بأهله الفاحشة ويتغافل لمحبته فيها فهو دون من يعرس عليها ولا خير فيمن لا غيرة فيه
Ertinya : Dayus adalah sesiapa yang menyangka (atau mendapat tanda) bahawa isterinya melakukan perkara keji (seperti zina) maka ia mengabaikannya kerana CINTAnya kepada isterinya, maka tiada kebaikan untuknya dan tanda tiada kecemburuan (yang diperlukan oleh Islam) dalam dirinya" (Al-Kabair, 1/62)
Imam Ibn Qayyim pula berkata :
قال ابن القيم وذكر الديوث في هذا وما قبله يدل على أن أصل الدين الغيرة من لا غيرة له لا دين له فالغيرة تحمي القلب فتحمى له الجوارح فترفع السوء والفواحش وعدمها يميت القلب فتموت الجوارح فلا يبقى عندها دفع البتة
Ertinya : "Sesungguhnya asal dalam agama adalah perlunya rasa ambil berat (protective) atau kecemburuan (terhadap ahli keluarga) , dan barangsiapa yang tiada perasaan ini maka itulah tanda tiada agama dalam dirinya, kerana perasaan cemburu ini menjaga hati dan menjaga anggota sehingga terjauh dari kejahatan dan perkara keji, tanpanya hati akan mati maka matilah juga sensitiviti anggota (terhadap perkara haram), sehingga menyebabkan tiadanya kekuatan untuk menolak kejahatan dan menghindarkannya sama sekali.
Dayus Adalah Dosa Besar
Ulama Islam juga bersetuju untuk mengkategorikan dayus ini dalam bab dosa besar, sehingga disebutkan dalam satu athar : لَعَنَ اللَّهُ الدَّيُّوثَ ( وَاللَّعْنُ مِنْ عَلَامَاتِ الْكَبِيرَةِ فَلِهَذَا وَجَبَ الْفِرَاقُ وَحَرُمَتْ الْعِشْرَةُ)
Ertinya : Allah telah melaknat lelaki dayus (laknat bermakna ia adalah dosa besar dan kerana itu wajiblah dipisahkan suami itu dari isterinya dan diharamkan bergaul dengannya) (Matalib uli nuha, 5/320)
Walaupun ia bukanlah satu fatwa yang terpakai secara meluas, tetapi ia cukup untuk menunjukkan betapa tegasnya sebahagian ulama dalam hal kedayusan lelaki ini.
Petikan ini pula menunjukkan lebih dahsyatnya takrifan para ulama tentang erti dayus dan istilah yang hampir dengannya : والقواد عند العامة السمسار في الزنى
Ertinya : Al-Qawwad (salah satu istilah yang disama ertikan dengan dayus) di sisi umum ulama adalah broker kepada zina" (Manar as-sabil, 2/340 , rawdhatul tolibin, 8/186)
Imam Az-Zahabi menerangkan lagi berkenaan perihal dayus dengan katanya :
الديوث وهو الذي يعلم بالفاحشة في أهله ويسكت ولا يغار وورد أيضا أن من وضع يده على امرأة لا تحل له بشهوة
Ertinya : Dayus, iaitu lelaki yang mengetahui perkara keji dilakukan oleh ahlinya dan ia sekadar senyap dan tiada rasa cemburu (atau ingin bertindak), dan termasuk juga ertinya adalah sesiapa yang meletakkan tangannya kepada seorang wanita yang tidak halal baginya dengan syahwat" (Al-kabair, 1/45)
Cemburu Dituntut Islam
Ada isteri yang menyalahkan suami kerana terlalu cemburu, benar cemburu buta memang menyusahkan, memang dalam hal suami yang bertanya isteri itu dan ini menyiasat, saya nasihatkan agar isteri janganlah memarahi suami anda yang melakukan tindakan demikian dan jangan juga merasakan kecil hati sambil membuat kesimpulan bahawa suami tidak percaya kepada diri anda. Kerap berlaku, suami akan segera disalah erti sebagai 'tidak mempunyai kepercayaan' kepada isteri.
Sebenarnya, kita perlu memahami bahawa ia adalah satu tuntutan dalam Islam dan menunjukkan anda sedang memiliki suami yang bertanggungjawab dan sedang subur imannya.
Selain itu, bergembiralah sang suami yang memperolehi isteri solehah kerana suami tidak lagi sukar untuk mengelakkan dirinya dari terjerumus dalam lembah kedayusan. Ini kerana tanpa sebarang campur tangan dan nasihat dari sang suami, isteri sudah pandai menjaga aurat, maruah dan dirinya.
Nabi SAW bersabda : من سعادة ابن آدم المرأة الصالحة
Ertinya : "Dari tanda kebahagian anak Adam adalah memperolehi wanita solehah (isteri dan anak)" ( Riwayat Ahmad, no 1445, 1/168)
Memang amat beruntung, malangnya tidak mudah memperolehi isteri solehah di zaman kehancuran ini, sebagaimana sukarnya mencari suami yang tidak dayus. Sejak dulu, agak banyak juga email dari pelbagai golongan muda kepada saya menyebut tentang keterlanjuran mereka secara 'ringan' dan 'berat', mereka ingin mengetahui cara bertawbat.
'Ringan-ringan' Sebelum Kahwin
Jika seorang bapa mengetahui 'ringan-ringan' anak dan membiarkannya, ia dayus. Ingin saya tegaskan, seorang wanita dan lelaki yang telah 'ringan-ringan' atau 'terlanjur' sebelum kahwin di ketika bercinta, tanpa tawbat yang sangat serius, rumah tangga mereka pasti goyah. Kemungkinan besar apabila telah berumah tangga, si suami atau isteri ini akan terjebak juga dengan 'ringan-ringan' dengan orang lain pula.
Hanya dengan tawbat nasuha dapat menghalangkan aktiviti mungkar itu dari melepasi alam rumah tangga mereka. Seterusnya, ia akan merebak pula kepada anak-anak mereka, ini kerana benih 'ringan-ringan' dan 'terlanjur' ini akan terus merebak kepada zuriat mereka. Awas..!!
Dalam hal ini, semua suami dan ayah perlu bertindak bagi mengelakkan diri mereka jatuh dalam dayus. Jagalah zuriat anda.
Suami juga patut sekali sekala menyemak hand phone isteri, beg isteri dan lain-lain untuk memastikan tiada yang diragui. Mungkin ada isteri yang curang ini dapat menyembunyikan dosanya, tetapi sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan tertangkap jua. Saya tahu, pasti akan ada wanita yang kata : "Habis, kami ini tak yah check suami kami ke ustaz?"
Jawabnya, perlu juga, cuma topic saya sekarang ni sedang mencerita tanggung jawab suami. Maka perlulah saya fokus kepada tugas suami dulu ye.
Cemburu seorang suami dan ayah adalah wajib bagi mereka demi menjaga maruah dan kehormatan isteri dan anak-anaknya.
Diriwayatkan bagaimana satu peristiwa di zaman Nabi :
قَالَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ : لَوْ رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسّيْفِ غَيْرُ مُصْفِحٍ عَنْهُ ، فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه على آله وسلم فَقَالَ : أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ ؟ فَوَ الله لأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ ، وَالله أَغْيَرُ مِنّي ، مِنْ أَجْلِ غَيْرَةِ الله حَرّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَن.
Ertinya : Berkata Ubadah bin Somit r.a : "Jika aku nampak ada lelaki yang sibuk bersama isteriku, nescaya akan ku pukulnya dengan pedangku", maka disampaikan kepada Nabi akan kata-kata Sa'ad tadi, lalu nabi memberi respond : "Adakah kamu kagum dengan sifat cemburu (untuk agama) yang dipunyai oleh Sa'ad?, Demi Allah, aku lebih kuat cemburu (ambil endah dan benci demi agama) berbandingnya, malah Allah lebih cemburu dariku, kerana kecemburuan Allah itulah maka diharamkan setiap perkara keji yang ternyata dan tersembunyi" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Lihat betapa Allah dan RasulNya inginkan para suami dan ayah mempunyai sifat protective kepada ahli keluarga dari melakukan sebarang perkara keji dan mungkar, khasnya zina.
BILA LELAKI MENJADI DAYUS?
Secara mudahnya cuba kita lihat betapa ramainya lelaki akan menjadi DAYUS apabila :-
1. Membiarkan kecantikan aurat, bentuk tubuh isterinya dinikmati oleh lelaki lain sepanjang waktu pejabat (jika bekerja) atau di luar rumah.
2. Membiarkan isterinya balik lewat dari kerja yang tidak diketahui bersama dengan lelaki apa dan siapa, serta apa yang dibuatnya di pejabat dan siapa yang menghantar.
3. Membiarkan aurat isterinya dan anak perempuannya dewasanya terlihat (terselak kain) semasa menaiki motor atau apa jua kenderaan sepanjang yang menyebabkan aurat terlihat.
4. Membiarkan anak perempuannya ber'dating' dengan tunangnya atau teman lelaki bukan mahramnya.
5. Membiarkan anak perempuan berdua-duaan dengan pasangannya di rumah kononnya ibu bapa 'sporting' yang memahami.
6. Menyuruh, mengarahkan dan berbangga dengan anak perempuan dan isteri memakai pakaian yang seksi di luar rumah.
7. Membiarkan anak perempuannya memasuki akademi fantasia, mentor, gang starz dan lain-lain yang sepertinya sehingga mempamerkan kecantikan kepada jutaan manusia bukan mahram.
8. Membiarkan isterinya atau anaknya menjadi pelakon dan berpelukan dengan lelaki lain, kononnya atas dasar seni dan lakonan semata-mata. Adakah semasa berlakon nafsu seorang lelaki di hilangkan?. Tidak sekali-sekali.
9. Membiarkan isteri kerja dan keluar rumah tanpa menutup aurat dengan sempurna.
10. Membiarkan isteri disentuh anggota tubuhnya oleh lelaki lain tanpa sebab yang diiktiraf oleh Islam seperti menyelematkannya dari lemas dan yang sepertinya.
11. Membiarkan isterinya bersalin dengan dibidani oleh doktor lelaki tanpa terdesak dan keperluan yang tiada pilihan.
12. Membawa isteri dan anak perempuan untuk dirawati oleh doktor lelaki sedangkan wujudnya klinik dan hospital yang mempunyai doktor wanita.
13. Membiarkan isteri pergi kerja menumpang dengan teman lelaki sepejabat tanpa sebarang cemburu.
14. Membiarkan isteri kerap berdua-duan dengan pemandu kereta lelaki tanpa sebarang pemerhatian.
Terlalu banyak lagi jika ingin saya coretkan di sini. Kedayusan ini hanya akan sabit kepada lelaki jika semua maksiat yang dilakukan oleh isteri atau anaknya secara terbuka dan diketahui olehnya, adapun jika berlaku secara sulit, suami tidaklah bertanggungjawab dan tidak sabit 'dayus' kepada dirinya. Mungkin kita akan berkata dalam hati : " Jika demikian, ramainya lelaki dayus di kelilingku". Lebih penting adalah kita melihat, adakah kita sendiri tergolong dalam salah satu yang disebut tadi. Awas wahai lelaki beriman jangan kita termasuk dalam golongan yang berdosa besar ini.
Wahai para isteri dan anak-anak perempuan, jika anda sayangkan suami dan bapa anda, janganlah anda memasukkan mereka dalam kategori DAYUS yang tiada ruang untuk ke syurga Allah s.w.t. Sayangilah dirimu dan keluargamu. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
Akhirnya, wahai para suami dan ayah, pertahankan agama isteri dan keluargamu walau terpaksa bermatian kerananya. Nabi s.a.w bersabda : من قتل دون أهله فهو شهيد
Ertinya : "Barangsiapa yang mati dibunuh kerana mempertahankan ahli keluarganya, maka ia adalah mati syahid" (Riwayat Ahmad , Sohih menurut Syeikh Syuaib Arnout)
Zaharuddin Abd Rahman (http://www.zaharudd/ in.net/ )
17 Julai 2007
p/s : Diizinkan pembaca menyebarkan tulisan ini sejauh mana yang mungkin demi manfaat para lelaki yang berhasrat menjadi penghuni Syurga
Nabi s.a.w bersabda : ثلاثة لا ينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة: العاق لوالديه، والمترجلة، والديوث. رواه أحمد والنسائي
Ertinya : Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat (bermakna tiada bantuan dari dikenakan azab) mereka di hari kiamat : Si penderhaka kepada ibu bapa, si perempuan yang menyerupai lelaki dan si lelaki DAYUS" (Riwayat Ahmad & An-Nasaie : Albani mengesahkannya Sohih : Ghayatul Maram, no 278)
Dalam sebuah hadith lain pula : ثلاثةٌ قد حَرّمَ اللهُ - تَبَارَكَ وَتَعَالَى - عليهم الجنةَ : مُدْمِنُ الخمر ، والعاقّ ، والدّيّوثُ الذي يُقِرُّ في أَهْلِهِ الخُبْثَ . رواه أحمد والنسائي .
Ertinya : Tiga yang telah Allah haramkan baginya Syurga : Orang yang ketagih arak, si penderhaka kepada ibu bapa dan Si Dayus yang membiarkan maksiat dilakukan oleh ahli keluarganya" (Riwayat Ahmad)
Malah banyak lagi hadith-hadith yang membawa makna yang hampir dengan dua hadith ini. Secara ringkasnya, apakah dan siapakah lelaki dayus?
Erti Dayus
Dayus telah disebutkan dalam beberapa riwayat athar dan hadith yang lain iaitu :-
1) Sabda Nabi : -
وعن عمار بن ياسر عن رسول الله قال ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدا الديوث والرجلة من النساء والمدمن الخمر قالوا يا رسول الله أما المدمن الخمر فقد عرفناه فما الديوث قال الذي لا يبالي من دخل على أهله
Ertinya : Dari Ammar bin Yasir berkata, ia mendengar dari Rasulullah s.a.wberkata : " Tiga yang tidak memasuki syurga sampai bila-bila iaitu Si DAYUS, si wanita yang menyerupai lelaki dan orang yang ketagih arak" lalu sahabat berkata : Wahai Rasulullah, kami telah faham erti orang yang ketagih arak, tetapi apakah itu DAYUS? , berkata nabi : "IAITU ORANG YANG TIDAK MEMPERDULIKAN SIAPA YANG MASUK BERTEMU DENGAN AHLINYA (ISTERI DAN ANAK-ANAKNYA) - (Riwayat At-Tabrani ; Majma az-Zawaid, 4/327 dan rawinya adalah thiqat)
Dari hadith di atas, kita dapat memahami bahawa maksud lelaki DAYUS adalah si suami atau bapa yang langsung tiada perasaan risau dan ambil endah dengan siapa isteri dan anaknya bersama, bertemu, malah sebahagiannya membiarkan sahaja isterinya dan anak perempuannya dipegang dan dipeluk oleh sebarangan lelaki lain.
2) Pernah juga diriwayatkan dalam hadith lain, soalan yang sama dari sahabat tentang siapakah dayus, lalu jawab Nabi : قالوا يا رسول الله وما الديوث قال من يقر السوء في أهله
Ertinya : Apakah dayus itu wahai Rasulullah?. Jawab Nabi : Iaitu seseorang (lelaki) yang membiarkan kejahatan (zina, buka aurat, bergaul bebas) dilakukan oleh ahlinya (isteri dan keluarganya)
Penerangan Ulama Tentang Lelaki Dayus
Jika kita melihat tafsiran oleh para ulama berkenaan istilah Dayus, ia adalah seperti berikut :-
هو الذي لا يغار على أهله
Ertinya : "Seseorang yang tidak ada perasaan cemburu (kerana iman) terhadap ahlinya (isteri dan anak-anaknya) (An-Nihayah, 2/147 ; Lisan al-Arab, 2/150)
Imam Al-'Aini pula berkata : "Cemburu lawannya dayus" (Umdatul Qari, 18/228)
Berkata pula An-Nuhas : قال النحاس هو أن يحمي الرجل زوجته وغيرها من قرابته ويمنع أن يدخل عليهن أو يراهن غير ذي محرم
Ertinya : Cemburu (iaitu lawan kepada dayus) adalah seorang lelaki itu melindungi isterinya dan kaum kerabatnya dari ditemui dan dilihat (auratnya) oleh lelaki bukan mahram " (Tuhfatul Ahwazi, 9/357)
Disebut dalam kitab Faidhul Qadir : فكأن الديوث ذلل حتى رأى المنكر بأهله فلا يغيره
Ertinya : Seolah-olah takrif dayus itu membawa erti kehinaan (kepada si lelaki) sehingga apabila ia melihat kemungkaran (dilakukan) oleh isteri dan ahli keluarganya ia tidak mengubahnya" (Faidhul Qadir, 3/327)
Imam Az-Zahabi pula berkata :-
فمن كان يظن بأهله الفاحشة ويتغافل لمحبته فيها فهو دون من يعرس عليها ولا خير فيمن لا غيرة فيه
Ertinya : Dayus adalah sesiapa yang menyangka (atau mendapat tanda) bahawa isterinya melakukan perkara keji (seperti zina) maka ia mengabaikannya kerana CINTAnya kepada isterinya, maka tiada kebaikan untuknya dan tanda tiada kecemburuan (yang diperlukan oleh Islam) dalam dirinya" (Al-Kabair, 1/62)
Imam Ibn Qayyim pula berkata :
قال ابن القيم وذكر الديوث في هذا وما قبله يدل على أن أصل الدين الغيرة من لا غيرة له لا دين له فالغيرة تحمي القلب فتحمى له الجوارح فترفع السوء والفواحش وعدمها يميت القلب فتموت الجوارح فلا يبقى عندها دفع البتة
Ertinya : "Sesungguhnya asal dalam agama adalah perlunya rasa ambil berat (protective) atau kecemburuan (terhadap ahli keluarga) , dan barangsiapa yang tiada perasaan ini maka itulah tanda tiada agama dalam dirinya, kerana perasaan cemburu ini menjaga hati dan menjaga anggota sehingga terjauh dari kejahatan dan perkara keji, tanpanya hati akan mati maka matilah juga sensitiviti anggota (terhadap perkara haram), sehingga menyebabkan tiadanya kekuatan untuk menolak kejahatan dan menghindarkannya sama sekali.
Dayus Adalah Dosa Besar
Ulama Islam juga bersetuju untuk mengkategorikan dayus ini dalam bab dosa besar, sehingga disebutkan dalam satu athar : لَعَنَ اللَّهُ الدَّيُّوثَ ( وَاللَّعْنُ مِنْ عَلَامَاتِ الْكَبِيرَةِ فَلِهَذَا وَجَبَ الْفِرَاقُ وَحَرُمَتْ الْعِشْرَةُ)
Ertinya : Allah telah melaknat lelaki dayus (laknat bermakna ia adalah dosa besar dan kerana itu wajiblah dipisahkan suami itu dari isterinya dan diharamkan bergaul dengannya) (Matalib uli nuha, 5/320)
Walaupun ia bukanlah satu fatwa yang terpakai secara meluas, tetapi ia cukup untuk menunjukkan betapa tegasnya sebahagian ulama dalam hal kedayusan lelaki ini.
Petikan ini pula menunjukkan lebih dahsyatnya takrifan para ulama tentang erti dayus dan istilah yang hampir dengannya : والقواد عند العامة السمسار في الزنى
Ertinya : Al-Qawwad (salah satu istilah yang disama ertikan dengan dayus) di sisi umum ulama adalah broker kepada zina" (Manar as-sabil, 2/340 , rawdhatul tolibin, 8/186)
Imam Az-Zahabi menerangkan lagi berkenaan perihal dayus dengan katanya :
الديوث وهو الذي يعلم بالفاحشة في أهله ويسكت ولا يغار وورد أيضا أن من وضع يده على امرأة لا تحل له بشهوة
Ertinya : Dayus, iaitu lelaki yang mengetahui perkara keji dilakukan oleh ahlinya dan ia sekadar senyap dan tiada rasa cemburu (atau ingin bertindak), dan termasuk juga ertinya adalah sesiapa yang meletakkan tangannya kepada seorang wanita yang tidak halal baginya dengan syahwat" (Al-kabair, 1/45)
Cemburu Dituntut Islam
Ada isteri yang menyalahkan suami kerana terlalu cemburu, benar cemburu buta memang menyusahkan, memang dalam hal suami yang bertanya isteri itu dan ini menyiasat, saya nasihatkan agar isteri janganlah memarahi suami anda yang melakukan tindakan demikian dan jangan juga merasakan kecil hati sambil membuat kesimpulan bahawa suami tidak percaya kepada diri anda. Kerap berlaku, suami akan segera disalah erti sebagai 'tidak mempunyai kepercayaan' kepada isteri.
Sebenarnya, kita perlu memahami bahawa ia adalah satu tuntutan dalam Islam dan menunjukkan anda sedang memiliki suami yang bertanggungjawab dan sedang subur imannya.
Selain itu, bergembiralah sang suami yang memperolehi isteri solehah kerana suami tidak lagi sukar untuk mengelakkan dirinya dari terjerumus dalam lembah kedayusan. Ini kerana tanpa sebarang campur tangan dan nasihat dari sang suami, isteri sudah pandai menjaga aurat, maruah dan dirinya.
Nabi SAW bersabda : من سعادة ابن آدم المرأة الصالحة
Ertinya : "Dari tanda kebahagian anak Adam adalah memperolehi wanita solehah (isteri dan anak)" ( Riwayat Ahmad, no 1445, 1/168)
Memang amat beruntung, malangnya tidak mudah memperolehi isteri solehah di zaman kehancuran ini, sebagaimana sukarnya mencari suami yang tidak dayus. Sejak dulu, agak banyak juga email dari pelbagai golongan muda kepada saya menyebut tentang keterlanjuran mereka secara 'ringan' dan 'berat', mereka ingin mengetahui cara bertawbat.
'Ringan-ringan' Sebelum Kahwin
Jika seorang bapa mengetahui 'ringan-ringan' anak dan membiarkannya, ia dayus. Ingin saya tegaskan, seorang wanita dan lelaki yang telah 'ringan-ringan' atau 'terlanjur' sebelum kahwin di ketika bercinta, tanpa tawbat yang sangat serius, rumah tangga mereka pasti goyah. Kemungkinan besar apabila telah berumah tangga, si suami atau isteri ini akan terjebak juga dengan 'ringan-ringan' dengan orang lain pula.
Hanya dengan tawbat nasuha dapat menghalangkan aktiviti mungkar itu dari melepasi alam rumah tangga mereka. Seterusnya, ia akan merebak pula kepada anak-anak mereka, ini kerana benih 'ringan-ringan' dan 'terlanjur' ini akan terus merebak kepada zuriat mereka. Awas..!!
Dalam hal ini, semua suami dan ayah perlu bertindak bagi mengelakkan diri mereka jatuh dalam dayus. Jagalah zuriat anda.
Suami juga patut sekali sekala menyemak hand phone isteri, beg isteri dan lain-lain untuk memastikan tiada yang diragui. Mungkin ada isteri yang curang ini dapat menyembunyikan dosanya, tetapi sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan tertangkap jua. Saya tahu, pasti akan ada wanita yang kata : "Habis, kami ini tak yah check suami kami ke ustaz?"
Jawabnya, perlu juga, cuma topic saya sekarang ni sedang mencerita tanggung jawab suami. Maka perlulah saya fokus kepada tugas suami dulu ye.
Cemburu seorang suami dan ayah adalah wajib bagi mereka demi menjaga maruah dan kehormatan isteri dan anak-anaknya.
Diriwayatkan bagaimana satu peristiwa di zaman Nabi :
قَالَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ : لَوْ رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسّيْفِ غَيْرُ مُصْفِحٍ عَنْهُ ، فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه على آله وسلم فَقَالَ : أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ ؟ فَوَ الله لأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ ، وَالله أَغْيَرُ مِنّي ، مِنْ أَجْلِ غَيْرَةِ الله حَرّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَن.
Ertinya : Berkata Ubadah bin Somit r.a : "Jika aku nampak ada lelaki yang sibuk bersama isteriku, nescaya akan ku pukulnya dengan pedangku", maka disampaikan kepada Nabi akan kata-kata Sa'ad tadi, lalu nabi memberi respond : "Adakah kamu kagum dengan sifat cemburu (untuk agama) yang dipunyai oleh Sa'ad?, Demi Allah, aku lebih kuat cemburu (ambil endah dan benci demi agama) berbandingnya, malah Allah lebih cemburu dariku, kerana kecemburuan Allah itulah maka diharamkan setiap perkara keji yang ternyata dan tersembunyi" (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Lihat betapa Allah dan RasulNya inginkan para suami dan ayah mempunyai sifat protective kepada ahli keluarga dari melakukan sebarang perkara keji dan mungkar, khasnya zina.
BILA LELAKI MENJADI DAYUS?
Secara mudahnya cuba kita lihat betapa ramainya lelaki akan menjadi DAYUS apabila :-
1. Membiarkan kecantikan aurat, bentuk tubuh isterinya dinikmati oleh lelaki lain sepanjang waktu pejabat (jika bekerja) atau di luar rumah.
2. Membiarkan isterinya balik lewat dari kerja yang tidak diketahui bersama dengan lelaki apa dan siapa, serta apa yang dibuatnya di pejabat dan siapa yang menghantar.
3. Membiarkan aurat isterinya dan anak perempuannya dewasanya terlihat (terselak kain) semasa menaiki motor atau apa jua kenderaan sepanjang yang menyebabkan aurat terlihat.
4. Membiarkan anak perempuannya ber'dating' dengan tunangnya atau teman lelaki bukan mahramnya.
5. Membiarkan anak perempuan berdua-duaan dengan pasangannya di rumah kononnya ibu bapa 'sporting' yang memahami.
6. Menyuruh, mengarahkan dan berbangga dengan anak perempuan dan isteri memakai pakaian yang seksi di luar rumah.
7. Membiarkan anak perempuannya memasuki akademi fantasia, mentor, gang starz dan lain-lain yang sepertinya sehingga mempamerkan kecantikan kepada jutaan manusia bukan mahram.
8. Membiarkan isterinya atau anaknya menjadi pelakon dan berpelukan dengan lelaki lain, kononnya atas dasar seni dan lakonan semata-mata. Adakah semasa berlakon nafsu seorang lelaki di hilangkan?. Tidak sekali-sekali.
9. Membiarkan isteri kerja dan keluar rumah tanpa menutup aurat dengan sempurna.
10. Membiarkan isteri disentuh anggota tubuhnya oleh lelaki lain tanpa sebab yang diiktiraf oleh Islam seperti menyelematkannya dari lemas dan yang sepertinya.
11. Membiarkan isterinya bersalin dengan dibidani oleh doktor lelaki tanpa terdesak dan keperluan yang tiada pilihan.
12. Membawa isteri dan anak perempuan untuk dirawati oleh doktor lelaki sedangkan wujudnya klinik dan hospital yang mempunyai doktor wanita.
13. Membiarkan isteri pergi kerja menumpang dengan teman lelaki sepejabat tanpa sebarang cemburu.
14. Membiarkan isteri kerap berdua-duan dengan pemandu kereta lelaki tanpa sebarang pemerhatian.
Terlalu banyak lagi jika ingin saya coretkan di sini. Kedayusan ini hanya akan sabit kepada lelaki jika semua maksiat yang dilakukan oleh isteri atau anaknya secara terbuka dan diketahui olehnya, adapun jika berlaku secara sulit, suami tidaklah bertanggungjawab dan tidak sabit 'dayus' kepada dirinya. Mungkin kita akan berkata dalam hati : " Jika demikian, ramainya lelaki dayus di kelilingku". Lebih penting adalah kita melihat, adakah kita sendiri tergolong dalam salah satu yang disebut tadi. Awas wahai lelaki beriman jangan kita termasuk dalam golongan yang berdosa besar ini.
Wahai para isteri dan anak-anak perempuan, jika anda sayangkan suami dan bapa anda, janganlah anda memasukkan mereka dalam kategori DAYUS yang tiada ruang untuk ke syurga Allah s.w.t. Sayangilah dirimu dan keluargamu. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
Akhirnya, wahai para suami dan ayah, pertahankan agama isteri dan keluargamu walau terpaksa bermatian kerananya. Nabi s.a.w bersabda : من قتل دون أهله فهو شهيد
Ertinya : "Barangsiapa yang mati dibunuh kerana mempertahankan ahli keluarganya, maka ia adalah mati syahid" (Riwayat Ahmad , Sohih menurut Syeikh Syuaib Arnout)
Zaharuddin Abd Rahman (http://www.zaharudd/ in.net/ )
17 Julai 2007
p/s : Diizinkan pembaca menyebarkan tulisan ini sejauh mana yang mungkin demi manfaat para lelaki yang berhasrat menjadi penghuni Syurga
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Ramadhan ::
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu siangnya engkau sibuk berzikir
Tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
Mendayu ... merayu kepada-Nya Tuhan yang satu
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Ttentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
Solat yang dikerjakan sungguh khusyuk lagi tawadhu'
Tubuh dan qalbu bersatu memperhamba diri
Menghadap Rabbul Jalil menangisi kecurangan janji
"Innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku, ku serahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tidak akan kau sia-siakan walau sesaat yang berlalu
Setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
Di setiap kesempatan juga masa yang terluang
Alunan Al-Quran bakal kau dendang, bakal kau syairkan
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu malammu engkau sibukkan dengan
Bertarawih, berqiamullail, bertahajjud
Mengadu, merintih, meminta belas kasih
"Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
Mari kita meriahkan Ramadhan
Kita buru, kita cari suatu malam idaman
Yang lebih baik dari seribu bulan
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir
Mempersiap diri rohani dan jasmani
Menanti-nanti jemputan Izrail
Di kiri dan kanan lorong-lorong ridha Ar-Rahman
Duhai Ilahi
Andai ini Ramadhan terakhir buat kami
Jadikanlah ia Ramadhan paling bererti, paling berseri
Menerangi kegelapan hati kami
Menyeru ke jalan menuju redha serta kasih sayangMu Ya Ilahi
Semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti
Namun teman
Tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
Apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya
Yang mampu bagi seorang hamba itu
Hanyalah berusaha, bersedia meminta belas-Nya
Andai benar ini Ramadhan terakhir buat aku
MAAFKAN SEMUA KESALAHAN YANG PERNAH AKU LAKUKAN
"MARHABAN YAA RAMADHAN "
Tentu siangnya engkau sibuk berzikir
Tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
Mendayu ... merayu kepada-Nya Tuhan yang satu
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Ttentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
Solat yang dikerjakan sungguh khusyuk lagi tawadhu'
Tubuh dan qalbu bersatu memperhamba diri
Menghadap Rabbul Jalil menangisi kecurangan janji
"Innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku, ku serahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tidak akan kau sia-siakan walau sesaat yang berlalu
Setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
Di setiap kesempatan juga masa yang terluang
Alunan Al-Quran bakal kau dendang, bakal kau syairkan
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu malammu engkau sibukkan dengan
Bertarawih, berqiamullail, bertahajjud
Mengadu, merintih, meminta belas kasih
"Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
Mari kita meriahkan Ramadhan
Kita buru, kita cari suatu malam idaman
Yang lebih baik dari seribu bulan
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir
Mempersiap diri rohani dan jasmani
Menanti-nanti jemputan Izrail
Di kiri dan kanan lorong-lorong ridha Ar-Rahman
Duhai Ilahi
Andai ini Ramadhan terakhir buat kami
Jadikanlah ia Ramadhan paling bererti, paling berseri
Menerangi kegelapan hati kami
Menyeru ke jalan menuju redha serta kasih sayangMu Ya Ilahi
Semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti
Namun teman
Tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
Apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya
Yang mampu bagi seorang hamba itu
Hanyalah berusaha, bersedia meminta belas-Nya
Andai benar ini Ramadhan terakhir buat aku
MAAFKAN SEMUA KESALAHAN YANG PERNAH AKU LAKUKAN
"MARHABAN YAA RAMADHAN "
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Kenali Karakter Melalui Tarikh Lahir ::
Pelbagai elemen dapat dikenal pasti antara anda dengan si dia dicintai. Antaranya, persamaan minat dan cita rasa. Ilmu kaji bintang atau sains metafizik turut meletakkan kajian terhadap elemen nombor atau tarikh lahir sehingga boleh menzahirkan karakter seseorang.
Elemen logam, air, kayu, api dan tanah dinyatakan dalam bentuk tersirat menerusi tarikh lahir berkenaan mengenai pelbagai jenis sikap. Walaupun ia sekadar tekaan berdasarkan nombor atau tarikh lahir, semak panduan berikut jika mahu mempercayainya. Andai sebaliknya, abaikan saja.
• Lahir pada 1 haribulan - Si dia berjiwa seni dan gemar bersantai sambil menenangkan fikiran. Ajaklah si dia bersantai di pesisiran pantai.
• 2 haribulan - Anda boleh mengharapkan pemberian sejambak bunga atau patung beruang kerana si dia berjiwa romantik. Pada peringkat awal, dia malu-malu kerana takut dikecewakan. Mulakan perhubungan sebagai teman rapat.
• 3 haribulan - Sikap si dia sukar diramal. Lalu anda harus bersedia menghadapi sebarang kemungkinan. Si dia gemar melancong atau berkhemah, ini membuatkan si dia kekurangan masa untuk bersama.
• 4 haribulan - Kurang yakin dan takut mencuba sesuatu yang baru. Apa kata, setiap kali si dia bercadang melakukan sesuatu perkara, berilah sepenuh sokongan kepadanya.
• 5 haribulan - Selalunya si dia gemar memendam perasaan. Walaupun menyukai seseorang, sukar baginya berterus terang.
• 6 haribulan - Si dia umpama magnetik. Semua orang sukakannya. Ringan tulang dan bersedia membantu sesiapa saja.
• 7 haribulan - Cepat panas baran dan mudah mengeluarkan perkataan tidak sepatutnya dilafazkan hingga menyinggung perasaan orang lain. Ada kalanya boleh menimbulkan persengketaan.
• 8 haribulan - Si dia agak pendiam dan sukar didekati. Si dia hanya berbicara jika kena pada topiknya.
• 9 haribulan - Pandai mengambil hati dan penyayang. Tapi awas! Ramai gadis yang mengejarnya. Maknanya, anda mempunyai ramai saingan.
• 10 haribulan - Jujur, berterus terang dan berusaha mendapatkan apa yang diingini. Si dia mudah disenangi dan anda pula harus pandai mengambil hatinya.
• 11 haribulan - Mementingkan kerjaya, ada kalanya sampai lupakan kehidupan sosial.
• 12 haribulan - Lebih bersikap sederhana. Tidak suka memikirkan hal remeh-temeh. Bagi mereka, yang penting adalah kerjaya dan soal masa depan.
• 13 haribulan - Tegas membuat keputusan. Mungkin kali pertama mengenalinya, seseorang cepat bosan tetapi dia penyayang.
• 14 haribulan - Berjiwa penyayang dan sukakan kanak-kanak. Si dia juga mementingkan keluarga.
• 15 haribulan - Suka memendam rasa. Sering mengukir senyuman namun di hati, siapa tahu?
• 16 haribulan - Garang! Walaupun garang, ada kalanya dia punya sikap romantik dan penyayang. Tidak hairanlah lelaki jenis ini amat sukar didekati.
• 17 haribulan - Lembut namun tegas dalam membentuk keharmonian perhubungan.
• 18 haribulan - Berkebolehan melukis dan kreatif. Banyak menghabiskan masanya dengan hobi ini.
• 19 haribulan - Mudah tersinggung dan agak manja. Si dia suka jika anda melayannya seperti bayi. Melalui lirikan dan senyuman manja anda, sudah cukup untuk menawan hatinya.
• 20 haribulan - Tenang dan bersahaja. Ada kalanya jika menghadapi situasi mencemaskan, riak wajahnya tetap tenang tetapi tidak hatinya.
• 21 haribulan - 'Angin' tidak menentu tetapi masih boleh dikawal. Gemar bersantai di kafe sambil mendengar muzik rentak perlahan.
• 22 haribulan - Agak emosi dan sukar mengawal perasaan. Tetapi jiwanya mudah cair dengan pujuk rayu gadis.
• 23 haribulan - Ego dan pentingkan diri sendiri. Si dia juga mementingkan kawannya.
• 24 haribulan - Takut menghadapi kekecewaan mungkin disebabkan kisah silamnya.
• 25 haribulan - Gembira dan gemar berlawak.
• 26 haribulan - Si dia mudah dipengaruhi. Jangan terkejut jika dia mempunyai koleksi kekasih.
• 27 haribulan- Walaupun nampak ganas, sebenarnya dia berjiwa sentimental. Jangan pula anda mengambil kesempatan ke atas dirinya.
• 28 haribulan - Si dia suka memerintah. Anda perlu tahu mengawal perasaan sekiranya si dia bersikap begitu pada anda.
• 29 haribulan - Gemar bertukar pasangan. Renungan manja anda dapat mencairkan si dia.
• 30 haribulan - Boros berbelanja terutama 'menyolek' kereta kesayangannya. Jika boleh, beri nasihat supaya dia mengawal perbelanjaan dan simpan duit untuk masa depan.
• 31 haribulan - Gemar bergaya dan pentingkan penampilan. Si dia juga sukakan gadis yang berpersonaliti.
Elemen logam, air, kayu, api dan tanah dinyatakan dalam bentuk tersirat menerusi tarikh lahir berkenaan mengenai pelbagai jenis sikap. Walaupun ia sekadar tekaan berdasarkan nombor atau tarikh lahir, semak panduan berikut jika mahu mempercayainya. Andai sebaliknya, abaikan saja.
• Lahir pada 1 haribulan - Si dia berjiwa seni dan gemar bersantai sambil menenangkan fikiran. Ajaklah si dia bersantai di pesisiran pantai.
• 2 haribulan - Anda boleh mengharapkan pemberian sejambak bunga atau patung beruang kerana si dia berjiwa romantik. Pada peringkat awal, dia malu-malu kerana takut dikecewakan. Mulakan perhubungan sebagai teman rapat.
• 3 haribulan - Sikap si dia sukar diramal. Lalu anda harus bersedia menghadapi sebarang kemungkinan. Si dia gemar melancong atau berkhemah, ini membuatkan si dia kekurangan masa untuk bersama.
• 4 haribulan - Kurang yakin dan takut mencuba sesuatu yang baru. Apa kata, setiap kali si dia bercadang melakukan sesuatu perkara, berilah sepenuh sokongan kepadanya.
• 5 haribulan - Selalunya si dia gemar memendam perasaan. Walaupun menyukai seseorang, sukar baginya berterus terang.
• 6 haribulan - Si dia umpama magnetik. Semua orang sukakannya. Ringan tulang dan bersedia membantu sesiapa saja.
• 7 haribulan - Cepat panas baran dan mudah mengeluarkan perkataan tidak sepatutnya dilafazkan hingga menyinggung perasaan orang lain. Ada kalanya boleh menimbulkan persengketaan.
• 8 haribulan - Si dia agak pendiam dan sukar didekati. Si dia hanya berbicara jika kena pada topiknya.
• 9 haribulan - Pandai mengambil hati dan penyayang. Tapi awas! Ramai gadis yang mengejarnya. Maknanya, anda mempunyai ramai saingan.
• 10 haribulan - Jujur, berterus terang dan berusaha mendapatkan apa yang diingini. Si dia mudah disenangi dan anda pula harus pandai mengambil hatinya.
• 11 haribulan - Mementingkan kerjaya, ada kalanya sampai lupakan kehidupan sosial.
• 12 haribulan - Lebih bersikap sederhana. Tidak suka memikirkan hal remeh-temeh. Bagi mereka, yang penting adalah kerjaya dan soal masa depan.
• 13 haribulan - Tegas membuat keputusan. Mungkin kali pertama mengenalinya, seseorang cepat bosan tetapi dia penyayang.
• 14 haribulan - Berjiwa penyayang dan sukakan kanak-kanak. Si dia juga mementingkan keluarga.
• 15 haribulan - Suka memendam rasa. Sering mengukir senyuman namun di hati, siapa tahu?
• 16 haribulan - Garang! Walaupun garang, ada kalanya dia punya sikap romantik dan penyayang. Tidak hairanlah lelaki jenis ini amat sukar didekati.
• 17 haribulan - Lembut namun tegas dalam membentuk keharmonian perhubungan.
• 18 haribulan - Berkebolehan melukis dan kreatif. Banyak menghabiskan masanya dengan hobi ini.
• 19 haribulan - Mudah tersinggung dan agak manja. Si dia suka jika anda melayannya seperti bayi. Melalui lirikan dan senyuman manja anda, sudah cukup untuk menawan hatinya.
• 20 haribulan - Tenang dan bersahaja. Ada kalanya jika menghadapi situasi mencemaskan, riak wajahnya tetap tenang tetapi tidak hatinya.
• 21 haribulan - 'Angin' tidak menentu tetapi masih boleh dikawal. Gemar bersantai di kafe sambil mendengar muzik rentak perlahan.
• 22 haribulan - Agak emosi dan sukar mengawal perasaan. Tetapi jiwanya mudah cair dengan pujuk rayu gadis.
• 23 haribulan - Ego dan pentingkan diri sendiri. Si dia juga mementingkan kawannya.
• 24 haribulan - Takut menghadapi kekecewaan mungkin disebabkan kisah silamnya.
• 25 haribulan - Gembira dan gemar berlawak.
• 26 haribulan - Si dia mudah dipengaruhi. Jangan terkejut jika dia mempunyai koleksi kekasih.
• 27 haribulan- Walaupun nampak ganas, sebenarnya dia berjiwa sentimental. Jangan pula anda mengambil kesempatan ke atas dirinya.
• 28 haribulan - Si dia suka memerintah. Anda perlu tahu mengawal perasaan sekiranya si dia bersikap begitu pada anda.
• 29 haribulan - Gemar bertukar pasangan. Renungan manja anda dapat mencairkan si dia.
• 30 haribulan - Boros berbelanja terutama 'menyolek' kereta kesayangannya. Jika boleh, beri nasihat supaya dia mengawal perbelanjaan dan simpan duit untuk masa depan.
• 31 haribulan - Gemar bergaya dan pentingkan penampilan. Si dia juga sukakan gadis yang berpersonaliti.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Nasihat Al Qamah - 5 Cara Memilih Sahabat ::
Nasihat yang boleh diikuti dalam membina persahabatan ialah sebagaimana pesanan al-Qamah (seorang sahabat Rasulullah s.a.w) kepada anaknya :
Pertama,
Pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.
Kedua,
Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya).
Ketiga,
Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukan dirimu ia suka menutupinya.
Keempat,
Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.
Kelima,
Sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu. Dalam memilih sahabat kita hendaklah memilih sahabat yang baik agar segala matlamat dan hasrat untuk memperjuangkan Islam dapat dilaksanakan bersama-sama sahabat yang mulia.
Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :-
1. Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan
2. Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu
3. Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu
4. Dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu
Pertama,
Pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.
Kedua,
Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya).
Ketiga,
Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukan dirimu ia suka menutupinya.
Keempat,
Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.
Kelima,
Sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu. Dalam memilih sahabat kita hendaklah memilih sahabat yang baik agar segala matlamat dan hasrat untuk memperjuangkan Islam dapat dilaksanakan bersama-sama sahabat yang mulia.
Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :-
1. Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan
2. Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu
3. Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu
4. Dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Hari Asyura - Rai Dengan Berpuasa ::
Apabila membicarakan mengenai Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharam setiap tahun, kita tidak dapat menghindarkan daripada memperkatakan peristiwa Karbala yang begitu menyayat hati. Peristiwa itu adalah kisah Saidina Hussain yang dibunuh kejam di Karbala, Iraq. Rentetan dari peristiwa itu ada upacara khas yang dianjurkan pada Hari Asyura dengan cara yang amat bertentangan dengan syarak.
Malah, ada golongan Syiah mempergunakan peristiwa Karbala untuk meraih simpati umat Islam kepada kelompok mereka seolah-olah mereka ingin menggambarkan yang merekalah satu-satunya pembela Ahlul Bait, iaitu keluarga Rasulullah. Rentetan dari peristiwa Karbala timbul dua golongan yang menyambut hari Asyura secara ekstrem, iaitu golongan Syiah ar-Rafidhah dan mereka yang memusuhi Syiah ar-Rafidhah, digelar Nawashib.
Golongan Syiah ar-Rafidhah menjadikan 10 Muharam sebagai hari berkabung dan menunjukkan kesedihan memperingati kematian Saidina Hussain. etika menyambut Hari Asyura mereka memperlihatkan perbuatan jahiliah, dengan memukul wajah dan badan sehingga berdarah, menyeksa diri, berteriak serta menangis menunjukkan kesedihan dan merobek-robek pakaian, seperti di sesetengah tempat di Iran, Iraq dan Pakistan.
Tindakan itu bertentangan dengan hukum syarak kerana yang diperintahkan Allah apabila ditimpa musibah ialah bersabar, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 155 hingga 157 surah al-Baqarah. eratap dan menyeksa diri apabila ditimpa musibah dicela syarak.
Rasulullah bersabda, maksudnya : "Bukan golongan kami orang yang memukul pipi, merobek pakaian dan berdoa dengan doa-doa jahiliah." (Hadis riwayat Imam al-Bukhari). Golongan itu memperhebatkan lagi celaan mereka terhadap sahabat Nabi ketika sambutan Hari Asyura. Mereka juga membacakan syair serta hikayat palsu menceritakan peristiwa Karbala.
Sementara golongan kedua, menyambut hari Asyura sebagai satu perayaan yang penuh kebahagiaan. Mereka terdiri kumpulan yang memusuhi Syiah ar-Rafidhah, digelar Nawashib. Golongan terbabit dari kalangan Ahlu Sunnah yang jahil, yang memusuhi Saidina Ali dan keluarganya, pengampu kerajaan Bani Umaiyah dan benci golongan Syiah ar-Rafidhah. Mereka menterjemahkan kebencian dengan melakukan sesuatu bertentangan dengan golongan Syiah. Mereka menunjukkan kegembiraan pada Hari Asyura, menyambut hari bersejarah itu bagaikan pesta, menghias bandar dengan indah, memasak makanan tertentu, lalu bersedekah kepada orang ramai. Tindakan golongan kedua itu juga bertentangan dengan syarak, apatah lagi dilakukan bersempena dengan hari terbunuhnya Saidina Hussain, cucu Rasulullah iaitu seorang pemimpin pemuda yang menghuni syurga.
Wajarkah suasana yang gembira dihubungkaitkan dengan satu peristiwa hitam dalam sejarah umat Islam, mengakibatkan syahidnya seorang yang memiliki keutamaan serta kedudukan tinggi bagi masyarakat Islam?. Apatah lagi tiada contohnya dari Rasulullah untuk menyambut Hari Asyura seperti hari perayaan yang besar malah kalangan sahabat, generasi soleh yang lampau (salafussoleh) serta imam mazhab yang empat juga tidak pernah menganjurkan sambutan sedemikian rupa.
Oleh itu, sambutan sedemikian rupa adalah suatu amalan bidaah yang sesat dan boleh mengakibatkan pelakunya dihumban ke neraka. "Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar nasihat dan mentaatinya. Sesungguhnya manusia itu berkelompok-kelompok, siapa yang akan hidup di antara kalian kelak akan melihat adanya banyak perbezaan pendapat. Maka hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah kalangan Khulafa al-Rasyidin. Berpegang teguhlah kepadanya dan peganglah ia erat-erat. Jauhilah segala perkara yang baru kerana setiap perkara yang baru itu adalah bidaah dan setiap bidaah adalah sesat." (Hadis riwayat Imam Abu Dawud)
Jika kedua-dua cara seperti dua golongan terbabit menyambut Hari Asyura adalah suatu bentuk kesesatan dalam agama, jadi apakah yang sewajarnya dilakukan oleh umat Islam pada hari terbabit?
Apabila diperhatikan lagi, ada banyak kisah yang dihubungkaitkan dengan Hari Asyura, misalnya Nabi Adam bertaubat kepada Allah, Nabi Idris diangkat ke langit, Nabi Nuh diselamatkan dari banjir besar dan Nabi Ibrahim diselamatkan dari dibakar Raja Namrud. Bahkan, ada pihak mendakwa Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa dan Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara pada hari berkenaan.
Pelbagai kisah dihubungkan dengan 10 Muharam, tetapi sukar bagi kita untuk mendapatkan kepastian mengenai kebenarannya. Cuma yang nyata dan sah berkaitan dengan Hari Asyura hanyalah peristiwa Nabi Musa diselamatkan dari tentera Firaun.
Kisah itu berlaku pada Hari Asyura diperakui oleh Rasulullah. Nabi s.a.w datang ke Madinah dan dilihatnya orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Menurut mereka: Ini hari baik di saat mana Allah membebaskan Nabi Musa dari Firaun. Maka sabda Rasulullah: Kamu lebih berhak terhadap Musa daripada mereka maka berpuasalah." (Hadis riwayat Imam Bukhari)
Oleh itu, bagi mengelak kekeliruan, sewajarnya kita tidak menghubungkaitkan apa-apa peristiwa berkaitan Hari Asyura sewenang-wenangnya, melainkan terdapat dalil yang diperakui kebenarannya. Melalui hadis di atas juga dapat kita fahami, ibadat khusus sempena Hari Asyura yang diiktiraf Rasulullah adalah puasa. Berpuasa pada hari Asyura juga dapat menghapuskan dosa kita pada tahun sebelumnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah: "Puasa tiga hari dari setiap bulan sejak dari Ramadan ke Ramadan berikutnya dianggap berpuasa setahun penuh. Sedangkan puasa hari Arafah pahalanya menurut Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Adapun puasa hari Asyura, pahalanya menurut Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya." (Hadis riwayat Imam Muslim)
Allah mengurniakan taufik kepada mereka yang berpuasa pada hari itu. Dari Ibnu Umar r.a, dia berkata: "Tidaklah seorang hamba Allah berpuasa di dalamnya [Hari Asyura] kecuali puasanya akan memberikan taufik kepadanya." (Hadis riwayat Imam Bukhari)
Disunatkan juga untuk menambahkan puasa pada Hari Asyura dengan berpuasa sehari sebelum atau sehari sesudahnya. Rasulullah memerintahkan hal ini bertujuan untuk menyelisihi amalan orang Yahudi. Baginda bersabda, maksudnya: "Berpuasalah kalian pada hari Asyura dan berselisihlah dengan orang Yahudi di dalamnya dan berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (Hadis riwayat Imam Ahmad)
Ibn Qayyim al-Jauziyyah dalam Zaad al-Ma'ad, dinukilkan dari kitab al-Bida' al-Hauliyyah, edisi terjemahan bertajuk Ritual Bidaah Dalam Setahun, menyatakan: "Susunan (kelebihan) puasanya ada tiga, yang paling sempurna ialah puasa (dimulakan) sehari sebelumnya dan sehari selepasnya, berikutnya (boleh juga) puasa pada hari kesembilan (Tasu'aa) dan kesepuluh (Asyura), terdapat banyak hadis dalam perkara ini, berikutnya pula (boleh juga) puasa pada sepuluh Muharram sahaja."
Malah, ada golongan Syiah mempergunakan peristiwa Karbala untuk meraih simpati umat Islam kepada kelompok mereka seolah-olah mereka ingin menggambarkan yang merekalah satu-satunya pembela Ahlul Bait, iaitu keluarga Rasulullah. Rentetan dari peristiwa Karbala timbul dua golongan yang menyambut hari Asyura secara ekstrem, iaitu golongan Syiah ar-Rafidhah dan mereka yang memusuhi Syiah ar-Rafidhah, digelar Nawashib.
Golongan Syiah ar-Rafidhah menjadikan 10 Muharam sebagai hari berkabung dan menunjukkan kesedihan memperingati kematian Saidina Hussain. etika menyambut Hari Asyura mereka memperlihatkan perbuatan jahiliah, dengan memukul wajah dan badan sehingga berdarah, menyeksa diri, berteriak serta menangis menunjukkan kesedihan dan merobek-robek pakaian, seperti di sesetengah tempat di Iran, Iraq dan Pakistan.
Tindakan itu bertentangan dengan hukum syarak kerana yang diperintahkan Allah apabila ditimpa musibah ialah bersabar, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 155 hingga 157 surah al-Baqarah. eratap dan menyeksa diri apabila ditimpa musibah dicela syarak.
Rasulullah bersabda, maksudnya : "Bukan golongan kami orang yang memukul pipi, merobek pakaian dan berdoa dengan doa-doa jahiliah." (Hadis riwayat Imam al-Bukhari). Golongan itu memperhebatkan lagi celaan mereka terhadap sahabat Nabi ketika sambutan Hari Asyura. Mereka juga membacakan syair serta hikayat palsu menceritakan peristiwa Karbala.
Sementara golongan kedua, menyambut hari Asyura sebagai satu perayaan yang penuh kebahagiaan. Mereka terdiri kumpulan yang memusuhi Syiah ar-Rafidhah, digelar Nawashib. Golongan terbabit dari kalangan Ahlu Sunnah yang jahil, yang memusuhi Saidina Ali dan keluarganya, pengampu kerajaan Bani Umaiyah dan benci golongan Syiah ar-Rafidhah. Mereka menterjemahkan kebencian dengan melakukan sesuatu bertentangan dengan golongan Syiah. Mereka menunjukkan kegembiraan pada Hari Asyura, menyambut hari bersejarah itu bagaikan pesta, menghias bandar dengan indah, memasak makanan tertentu, lalu bersedekah kepada orang ramai. Tindakan golongan kedua itu juga bertentangan dengan syarak, apatah lagi dilakukan bersempena dengan hari terbunuhnya Saidina Hussain, cucu Rasulullah iaitu seorang pemimpin pemuda yang menghuni syurga.
Wajarkah suasana yang gembira dihubungkaitkan dengan satu peristiwa hitam dalam sejarah umat Islam, mengakibatkan syahidnya seorang yang memiliki keutamaan serta kedudukan tinggi bagi masyarakat Islam?. Apatah lagi tiada contohnya dari Rasulullah untuk menyambut Hari Asyura seperti hari perayaan yang besar malah kalangan sahabat, generasi soleh yang lampau (salafussoleh) serta imam mazhab yang empat juga tidak pernah menganjurkan sambutan sedemikian rupa.
Oleh itu, sambutan sedemikian rupa adalah suatu amalan bidaah yang sesat dan boleh mengakibatkan pelakunya dihumban ke neraka. "Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar nasihat dan mentaatinya. Sesungguhnya manusia itu berkelompok-kelompok, siapa yang akan hidup di antara kalian kelak akan melihat adanya banyak perbezaan pendapat. Maka hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah kalangan Khulafa al-Rasyidin. Berpegang teguhlah kepadanya dan peganglah ia erat-erat. Jauhilah segala perkara yang baru kerana setiap perkara yang baru itu adalah bidaah dan setiap bidaah adalah sesat." (Hadis riwayat Imam Abu Dawud)
Jika kedua-dua cara seperti dua golongan terbabit menyambut Hari Asyura adalah suatu bentuk kesesatan dalam agama, jadi apakah yang sewajarnya dilakukan oleh umat Islam pada hari terbabit?
Apabila diperhatikan lagi, ada banyak kisah yang dihubungkaitkan dengan Hari Asyura, misalnya Nabi Adam bertaubat kepada Allah, Nabi Idris diangkat ke langit, Nabi Nuh diselamatkan dari banjir besar dan Nabi Ibrahim diselamatkan dari dibakar Raja Namrud. Bahkan, ada pihak mendakwa Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa dan Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara pada hari berkenaan.
Pelbagai kisah dihubungkan dengan 10 Muharam, tetapi sukar bagi kita untuk mendapatkan kepastian mengenai kebenarannya. Cuma yang nyata dan sah berkaitan dengan Hari Asyura hanyalah peristiwa Nabi Musa diselamatkan dari tentera Firaun.
Kisah itu berlaku pada Hari Asyura diperakui oleh Rasulullah. Nabi s.a.w datang ke Madinah dan dilihatnya orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Menurut mereka: Ini hari baik di saat mana Allah membebaskan Nabi Musa dari Firaun. Maka sabda Rasulullah: Kamu lebih berhak terhadap Musa daripada mereka maka berpuasalah." (Hadis riwayat Imam Bukhari)
Oleh itu, bagi mengelak kekeliruan, sewajarnya kita tidak menghubungkaitkan apa-apa peristiwa berkaitan Hari Asyura sewenang-wenangnya, melainkan terdapat dalil yang diperakui kebenarannya. Melalui hadis di atas juga dapat kita fahami, ibadat khusus sempena Hari Asyura yang diiktiraf Rasulullah adalah puasa. Berpuasa pada hari Asyura juga dapat menghapuskan dosa kita pada tahun sebelumnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah: "Puasa tiga hari dari setiap bulan sejak dari Ramadan ke Ramadan berikutnya dianggap berpuasa setahun penuh. Sedangkan puasa hari Arafah pahalanya menurut Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Adapun puasa hari Asyura, pahalanya menurut Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya." (Hadis riwayat Imam Muslim)
Allah mengurniakan taufik kepada mereka yang berpuasa pada hari itu. Dari Ibnu Umar r.a, dia berkata: "Tidaklah seorang hamba Allah berpuasa di dalamnya [Hari Asyura] kecuali puasanya akan memberikan taufik kepadanya." (Hadis riwayat Imam Bukhari)
Disunatkan juga untuk menambahkan puasa pada Hari Asyura dengan berpuasa sehari sebelum atau sehari sesudahnya. Rasulullah memerintahkan hal ini bertujuan untuk menyelisihi amalan orang Yahudi. Baginda bersabda, maksudnya: "Berpuasalah kalian pada hari Asyura dan berselisihlah dengan orang Yahudi di dalamnya dan berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (Hadis riwayat Imam Ahmad)
Ibn Qayyim al-Jauziyyah dalam Zaad al-Ma'ad, dinukilkan dari kitab al-Bida' al-Hauliyyah, edisi terjemahan bertajuk Ritual Bidaah Dalam Setahun, menyatakan: "Susunan (kelebihan) puasanya ada tiga, yang paling sempurna ialah puasa (dimulakan) sehari sebelumnya dan sehari selepasnya, berikutnya (boleh juga) puasa pada hari kesembilan (Tasu'aa) dan kesepuluh (Asyura), terdapat banyak hadis dalam perkara ini, berikutnya pula (boleh juga) puasa pada sepuluh Muharram sahaja."
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Ubat Saranan Rasulullah s.a.w ::
Rasulullah s.a.w. bersabda : "Sekiranya umatku tahu akan kelebihan halba nescaya mereka sanggup tukarkannya dengan sebanyak timbangan emas" (books of sufi healing page 58)
Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. menziarahi sahabat Saad bin Abi Waqqas yang sedang sakit. Rasulullah s.a.w. menyuruh dipanggil tabib Al Harith Ibn Qaldah datang merawat Saad bin Abi Waqqas. Beliau mengesyorkan agar Saad makan halba dan kurma ajwa. Dengan izin Allah s.w.t, Saad pun sembuh dari sakitnya. Rasulullah s.a.w. kemudiannya bersabda : "Gunakanlah halba sebagai ubat" (qamus al-tibb ahad qodamah-mesir)
Kegunaan Halba
1. Di minum sebagai teh untuk
- melancarkan haid
- menghilangkan kembung, sebu dan senak
- pencuci perut
- menguatkan jantung
- menghilangkan lender tekak
- melegakan sakit kepala/ migraine
- membuang angin
- menyembuhkan buasir
- senggugut
- merangsang rahim
- kegemukan
- kurang berat badan
- mengawal kencing manis
- radang kulit dan bisul
2. Teh halba + madu
- kurangkan ketagihan rokok dan dadah
- anemia
3. Untuk anak-anak yang baligh
- kecergasan
- kekuatan badan
- tumbesaran
4. Untuk ibu menyusu
- banyakkan air susu
5. Halba juga adalah ramuan tradisi menambahkan nafsu lelaki dan wanita, memanaskan buah pinggang dan organ pembiakan, menjadi amalan kuno tabib cina untuk rawatan mati pucuk. Halba merupakan antara ubatan yang tertua di dunia dan digunakan oleh al-abqirad (hippocrates) iaitu bapa perubatan yunani.
Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. menziarahi sahabat Saad bin Abi Waqqas yang sedang sakit. Rasulullah s.a.w. menyuruh dipanggil tabib Al Harith Ibn Qaldah datang merawat Saad bin Abi Waqqas. Beliau mengesyorkan agar Saad makan halba dan kurma ajwa. Dengan izin Allah s.w.t, Saad pun sembuh dari sakitnya. Rasulullah s.a.w. kemudiannya bersabda : "Gunakanlah halba sebagai ubat" (qamus al-tibb ahad qodamah-mesir)
Kegunaan Halba
1. Di minum sebagai teh untuk
- melancarkan haid
- menghilangkan kembung, sebu dan senak
- pencuci perut
- menguatkan jantung
- menghilangkan lender tekak
- melegakan sakit kepala/ migraine
- membuang angin
- menyembuhkan buasir
- senggugut
- merangsang rahim
- kegemukan
- kurang berat badan
- mengawal kencing manis
- radang kulit dan bisul
2. Teh halba + madu
- kurangkan ketagihan rokok dan dadah
- anemia
3. Untuk anak-anak yang baligh
- kecergasan
- kekuatan badan
- tumbesaran
4. Untuk ibu menyusu
- banyakkan air susu
5. Halba juga adalah ramuan tradisi menambahkan nafsu lelaki dan wanita, memanaskan buah pinggang dan organ pembiakan, menjadi amalan kuno tabib cina untuk rawatan mati pucuk. Halba merupakan antara ubatan yang tertua di dunia dan digunakan oleh al-abqirad (hippocrates) iaitu bapa perubatan yunani.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Muhammad Lenyapkan Kekufuran, Kejahilan ::
"BUKANLAH Muhammad itu bapa daripada seorang lelaki di antara kamu, tetapi dia Rasul Allah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (al-Ahzab:40)
Nabi Muhammad s.a.w memimpin manusia ke arah kebenaran dan kejayaan, melenyapkan kegelapan, kekufuran dan kejahilan.
Baginda dirujuk sebagai Rasulullah s.a.w. Namanya turut ditulis sebagai Mohammed dan Muhammed, bermakna "orang yang dipuji" dan ada dinyatakan empat kali dalam al-Quran.
Selain itu, dengan nama Ahmad (bermakna terpuji), seperti dijelaskan pada ayat 6, surah as-Saaf, maksudnya: "...Dan memberikan berita gembira dengan seorang Rasul yang akan datang kemudian daripadaku bernama Ahmad..."
Al-Quran juga memberikan penghargaan terhadap baginda dengan gelaran, Nabi, Rasul, hamba Tuhan, penyampai berita baik, pemberi amaran, pengingat dan saksi.
Beberapa perkataan lain turut digunakan bagi diri Nabi Muhammad s.a.w seperti al-Aqibah (kesudahan; kerana tiada nabi selepasnya), al-Hasyir (menghimpun; kerana manusia dihimpunkan atas agama yang dibawanya) dan Khatamun Nabiyyin (penamat semua nabi).
Malah, baginda turut dirujuk dengan sesuatu hal seperti orang yang berselimut sebagaimana yang dinyatakan ayat 1 surah al-Muzzammil bermaksud: "Wahai orang yang berselimut!"
Nabi Muhammad s.a.w diputerakan pada Isnin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, daripada keturunan mulia lagi berkedudukan dalam masyarakat Arab dan diperakui sebagai insan terbaik di kalangan anak Adam.
Ahli sejarah terkenal Ibnu Ishak dilaporkan, menyatakan baginda diputerakan pada Isnin, 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah bersamaan 20 April 571 Masihi.
Sheikh Yusuf al-Qaradawi berkata, tarikh tepat keputeraan baginda ialah pada Isnin, 9 Rabiul Awal (20 atau 22 April 571), iaitu tahun yang sama tentera bergajah menyerang Kaabah.
Ketika masih dalam kandungan, baginda menjadi yatim, kerana ayahandanya Abdullah bin Abdul Muttalib, seorang saudagar meninggal dunia dalam perjalanan dari Syria ke Makkah ketika baginda dalam kandungan ibunya berusia enam bulan.
Pada usia enam tahun baginda menjadi yatim piatu, kerana ibunya Aminah meninggal dunia di Abwa, lalu tinggal bersama datuknya, Abdul Mutalib.
Selepas datuknya meninggal, baginda tinggal dengan bapa saudaranya, Abu Talib.
Ketika usianya 12 tahun, baginda mengikuti Abu Talib membawa barang perniagaan ke Syam (Syria), tetapi sebelum sampai ke tempat itu, iaitu di Bushra, kabilah yang disertai baginda bertemu pendeta Nasrani, bernama Buhaira.
Pendeta itu mendapati ada tanda kenabian pada diri baginda, lalu dia menasihatkan Abu Talib membawa baginda pulang ke Makkah, kerana bimbang terserempak orang Yahudi yang mahu membuat aniaya.
Baginda berkahwin pada usia 25 tahun, menerima wahyu yang pertama dari Tuhan pada usianya 40 tahun untuk mengalas tugas sebagai utusan Allah.
Baginda berdakwah di Makkah selama 13 tahun dan di Madinah 10 tahun.
Selepas kira-kira 23 tahun menjadi utusan Tuhan, Nabi s.a.w jatuh sakit dan wafat. Pada waktu itu, hampir keseluruhan penduduk Semenanjung Arab menjadi Muslim dan semua suku kaum bersatu di bawah satu nama iaitu Islam.
Baginda wafat pada Isnin 12 Rabiul Awal tahun kesebelas Hijrah bersamaan 8 Jun 632 Masihi, pada usianya 63 tahun.
Menurut Ibnu Abbas, Rasulullah s.a.w dilahirkan pada Isnin, baginda dilantik menjadi nabi pada Isnin, baginda berhijrah dari Makkah ke Madinah juga pada Isnin dan baginda wafat juga pada Isnin.
Baginda terkenal sebagai pemimpin negara, ahli perniagaan, ahli falsafah, pemidato, penggubal undang-undang, tokoh pembaharuan dan jeneral tentera yang berkaliber.
Nabi s.a.w juga rahmat kepada manusia dan seisi alam. "Kami tidak mengutuskan engkau (Muhammad) kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam." (al-Anbiya: 107)
Hadis riwayat Ahmad ada menerangkan kelebihan diri baginda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah menjadikan makhluk, maka Allah menjadikan aku sebaik-baik makhluk-Nya, Dia menjadikan beberapa kabilah, maka menjadikan aku dalam sebaik-baik kabilah."
Sarjana bukan Islam, Gottfried Leibniz (meninggal 1716), yang pakar dalam matematik, metafizik dan falsafah, memuji Muhammad kerana "baginda tidak menyimpang daripada agama asal."
William Montgomery Watt, Prof Emeritus dalam Pengajian Arab dan Islam di Universiti Edinburgh, pernah menyatakan agama bagi (Nabi) Muhammad bukanlah perkara individu, tetapi lebih dari itu.
Menurutnya, baginda menyentuh bukan saja aspek agama dan intelektual, malah bidang ekonomi, sosial dan politik.
Oleh itu, umat Islam wajar menyanjungi Nabi Muhammad s.a.w dan meraikan sambutan maulidur rasul bagi mengingati keputeraan baginda.
Bekas ketua jawatankuasa fatwa al-Azhar, Sheikh `Atiyyah Saqr, dilaporkan menegaskan: "Dibenarkan untuk menyambut ulang tahun keputeraan Nabi sebagai melahirkan kecintaan kita kepada baginda dan usaha kita untuk mengikuti contoh baginda, dengan tidak membabitkan mana-mana perkara yang dilarang."
Menurut al-Qaradawi pula, sambutan seperti itu diadakan sebagai tujuan untuk menyedarkan semula peristiwa agung dan nilainya yang boleh kita pelajari daripadanya.
Nabi Muhammad s.a.w memimpin manusia ke arah kebenaran dan kejayaan, melenyapkan kegelapan, kekufuran dan kejahilan.
Baginda dirujuk sebagai Rasulullah s.a.w. Namanya turut ditulis sebagai Mohammed dan Muhammed, bermakna "orang yang dipuji" dan ada dinyatakan empat kali dalam al-Quran.
Selain itu, dengan nama Ahmad (bermakna terpuji), seperti dijelaskan pada ayat 6, surah as-Saaf, maksudnya: "...Dan memberikan berita gembira dengan seorang Rasul yang akan datang kemudian daripadaku bernama Ahmad..."
Al-Quran juga memberikan penghargaan terhadap baginda dengan gelaran, Nabi, Rasul, hamba Tuhan, penyampai berita baik, pemberi amaran, pengingat dan saksi.
Beberapa perkataan lain turut digunakan bagi diri Nabi Muhammad s.a.w seperti al-Aqibah (kesudahan; kerana tiada nabi selepasnya), al-Hasyir (menghimpun; kerana manusia dihimpunkan atas agama yang dibawanya) dan Khatamun Nabiyyin (penamat semua nabi).
Malah, baginda turut dirujuk dengan sesuatu hal seperti orang yang berselimut sebagaimana yang dinyatakan ayat 1 surah al-Muzzammil bermaksud: "Wahai orang yang berselimut!"
Nabi Muhammad s.a.w diputerakan pada Isnin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, daripada keturunan mulia lagi berkedudukan dalam masyarakat Arab dan diperakui sebagai insan terbaik di kalangan anak Adam.
Ahli sejarah terkenal Ibnu Ishak dilaporkan, menyatakan baginda diputerakan pada Isnin, 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah bersamaan 20 April 571 Masihi.
Sheikh Yusuf al-Qaradawi berkata, tarikh tepat keputeraan baginda ialah pada Isnin, 9 Rabiul Awal (20 atau 22 April 571), iaitu tahun yang sama tentera bergajah menyerang Kaabah.
Ketika masih dalam kandungan, baginda menjadi yatim, kerana ayahandanya Abdullah bin Abdul Muttalib, seorang saudagar meninggal dunia dalam perjalanan dari Syria ke Makkah ketika baginda dalam kandungan ibunya berusia enam bulan.
Pada usia enam tahun baginda menjadi yatim piatu, kerana ibunya Aminah meninggal dunia di Abwa, lalu tinggal bersama datuknya, Abdul Mutalib.
Selepas datuknya meninggal, baginda tinggal dengan bapa saudaranya, Abu Talib.
Ketika usianya 12 tahun, baginda mengikuti Abu Talib membawa barang perniagaan ke Syam (Syria), tetapi sebelum sampai ke tempat itu, iaitu di Bushra, kabilah yang disertai baginda bertemu pendeta Nasrani, bernama Buhaira.
Pendeta itu mendapati ada tanda kenabian pada diri baginda, lalu dia menasihatkan Abu Talib membawa baginda pulang ke Makkah, kerana bimbang terserempak orang Yahudi yang mahu membuat aniaya.
Baginda berkahwin pada usia 25 tahun, menerima wahyu yang pertama dari Tuhan pada usianya 40 tahun untuk mengalas tugas sebagai utusan Allah.
Baginda berdakwah di Makkah selama 13 tahun dan di Madinah 10 tahun.
Selepas kira-kira 23 tahun menjadi utusan Tuhan, Nabi s.a.w jatuh sakit dan wafat. Pada waktu itu, hampir keseluruhan penduduk Semenanjung Arab menjadi Muslim dan semua suku kaum bersatu di bawah satu nama iaitu Islam.
Baginda wafat pada Isnin 12 Rabiul Awal tahun kesebelas Hijrah bersamaan 8 Jun 632 Masihi, pada usianya 63 tahun.
Menurut Ibnu Abbas, Rasulullah s.a.w dilahirkan pada Isnin, baginda dilantik menjadi nabi pada Isnin, baginda berhijrah dari Makkah ke Madinah juga pada Isnin dan baginda wafat juga pada Isnin.
Baginda terkenal sebagai pemimpin negara, ahli perniagaan, ahli falsafah, pemidato, penggubal undang-undang, tokoh pembaharuan dan jeneral tentera yang berkaliber.
Nabi s.a.w juga rahmat kepada manusia dan seisi alam. "Kami tidak mengutuskan engkau (Muhammad) kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam." (al-Anbiya: 107)
Hadis riwayat Ahmad ada menerangkan kelebihan diri baginda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah menjadikan makhluk, maka Allah menjadikan aku sebaik-baik makhluk-Nya, Dia menjadikan beberapa kabilah, maka menjadikan aku dalam sebaik-baik kabilah."
Sarjana bukan Islam, Gottfried Leibniz (meninggal 1716), yang pakar dalam matematik, metafizik dan falsafah, memuji Muhammad kerana "baginda tidak menyimpang daripada agama asal."
William Montgomery Watt, Prof Emeritus dalam Pengajian Arab dan Islam di Universiti Edinburgh, pernah menyatakan agama bagi (Nabi) Muhammad bukanlah perkara individu, tetapi lebih dari itu.
Menurutnya, baginda menyentuh bukan saja aspek agama dan intelektual, malah bidang ekonomi, sosial dan politik.
Oleh itu, umat Islam wajar menyanjungi Nabi Muhammad s.a.w dan meraikan sambutan maulidur rasul bagi mengingati keputeraan baginda.
Bekas ketua jawatankuasa fatwa al-Azhar, Sheikh `Atiyyah Saqr, dilaporkan menegaskan: "Dibenarkan untuk menyambut ulang tahun keputeraan Nabi sebagai melahirkan kecintaan kita kepada baginda dan usaha kita untuk mengikuti contoh baginda, dengan tidak membabitkan mana-mana perkara yang dilarang."
Menurut al-Qaradawi pula, sambutan seperti itu diadakan sebagai tujuan untuk menyedarkan semula peristiwa agung dan nilainya yang boleh kita pelajari daripadanya.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Lelaki Lebih Berahsia ::
BUKAN hanya wanita makhluk yang kompleks dan sukar difahami, begitu juga lelaki kerana sifatnya yang sukar ditelah. Biarpun lelaki menyatakan yang mereka tidak demikian, hakikatnya kebanyakan mereka amat sukar difahami.
Berbeza dengan sifat wanita yang mudah menyatakan sesuatu yang dirasai atau apa disukai, sifat lelaki semakin sukar difahami jika orang yang paling hampir dengannya tidak cuba memahami biologi dan sikap sebenar mereka.
Bagi memahami golongan Adam ini dengan lebih mendalam, cuba baca petua berikut untuk lebih memahami dan mengenali mereka.
• Sifat lelaki lebih mudah
Lelaki lebih mudah cara hidupnya berbanding wanita kerana itu, lelaki sukar untuk memahami jika sesuatu perkara itu disampaikan dalam bentuk kiasan oleh wanita.
Wanita suka berkias dan berharap lelaki faham tetapi mereka lebih suka jika ia dijelaskan dengan bahasa yang mudah serta berterus-terang. Sekiranya wanita tidak jelas mengenai sesuatu perkara, tanyalah secara terbuka kepada lelaki.
• Bahasa lelaki adalah berlainan
Lelaki bercakap dengan bahasa berlainan. Ini yang menyebabkan lelaki dan wanita sukar berkomunikasi antara satu sama lain. Daripada kata-katanya, jika dia bercakap dengan wanita adalah berbeza daripada apa yang dimaksudkannya.
Ini bukan bererti dia berbohong namun lebih baik bagi wanita untuk memahami lelaki daripada apa yang dilakukannya berbanding daripada apa yang dikatakannya. Lelaki tidak pandai melahirkan rasa hatinya dalam bentuk kata-kata.
• Lelaki suka membisu
Wanita berkebolehan untuk membincangkan sesuatu subjek yang sensitif dan mendukacitakan sebagai salah satu cara berhadapan dengan realiti tetapi lelaki lebih suka untuk menyembunyikannya serta membisu.
• Lelaki tidak kompleks
Jika terdapat semua tanda yang menunjukkan seseorang lelaki hanya mahu wanita menjaganya, mengemas rumah, menyediakan makanan untuknya dan melakukan jimak secara kerap dengannya, wanita harus percaya itulah yang lelaki mahukan.
Ini bukan bererti lelaki berfikir secara primitif, tetapi lelaki memang sedemikian. Wanita biasa menganggap lelaki sebagai kompleks, tetapi sebenarnya kehendak lelaki adalah mudah.
• Lelaki berahsia dengan lelaki lain
Tidak sebagaimana wanita yang lebih mudah bercakap dengan wanita lain mengenai masalah, harapan dan kebimbangan yang amat rahsia serta peribadi, sukar bagi lelaki untuk menjadi mesra sedemikian rupa. Untuk melakukannya, lelaki memerlukan kekuatan dan keberanian yang tinggi.
• Lelaki pentingkan kejujuran
Jika lelaki tahu isterinya suka bercerita pada wanita lain mengenai dirinya, besar kemungkinan lelaki itu tidak akan bercerita lagi secara mesra mengenai hal rahsia kepada isterinya. Kejujuran adalah penting bagi lelaki. Dia mahukan isterinya menyimpan rahsia rumah tangga.
• Lelaki tidak suka dikritik
Jangan mengkritik lelaki, melainkan jika anda sedia untuk bertikam lidah dengannya. Lelaki tidak begitu terbuka untuk menerima kritikan.
Mengkritik di belakangnya, contohnya kepada saudara atau kawannya, mungkin dapat mengelakkan konfrontasi serta-merta tetapi dia akan berasa marah juga apabila perkara itu disampaikan kepadanya.
Cara yang baik untuk mengkritik lelaki ialah dengan berjenaka dan lembut. Cara lelaki mengkritik adalah berlainan dan mereka jarang melakukannya. Apabila lelaki mahu mengkritik, mereka memilih masa dan keadaan dengan teliti. Ketika menegur, perbincangan itu ringkas, tidak beremosi dan tepat. Untuk wanita mengkritik lelaki, elok jika kritikan itu digabungkan dengan sedikit pujian.
• Lelaki juga mahukan sokongan
Ketika berdepan masalah dan mengadu pada wanita, wanita harus memberitahu lelaki itu bahawa dia masih diperlukan. Lelaki mahukan keselesaan perasaan, sokongan serta kata-kata "Saya cintakan abang..." dan "Tidak kira apa yang terjadi, saya tetap bersama abang ... ."
• Sahabat yang paling baik
Jadilah sahabat yang paling baik kepada suami dan dia akan menjadi sahabat yang paling baik kepada anda.
• Lelaki mesra tanpa emosi
Antara perkara yang ada pada lelaki dan wanita ialah kehendak mutlak untuk dikasihi serta mengasihi sebagai balasan. Kemesraan emosi dan bersatunya jiwa bukan hanya jasad tetapi cara lahirnya kasih sayang. Ia bukan satu proses saja tetapi membabitkan hal yang tidak terungkai dan agak magis.
Setiap manusia bergantung kepada kemesraan emosi untuk seimbang dan gembira, paling kurang ia diperlukan untuk meneruskan kehidupan. Lelaki berbeza daripada wanita dari segi kebolehan lelaki untuk bermesra secara seksual tanpa kemesraan emosi.
Jalinan atau hubungan antara dua perkara ini iaitu kemesraan seks (cinta berahi) dan kemesraan emosi (cinta kasih) tidak penting pada ramai lelaki.
Ramai lelaki memberi keutamaan yang rendah kepada kemesraan emosi. Lelaki lambat mencapai kemesraan emosi berbanding wanita.
Lelaki lazimnya lebih cepat mencapai kemesraan seksual. Kemesraan emosi wujud apabila terdapat hubungan yang rapat dan jujur antara suami isteri.
Ia mungkin dianggap penting sebagai hubungan intim tetapi tanpa kemesraan emosi, seks boleh dilakukan oleh lelaki sehingga boleh menyebabkan punca konflik semula jadi antara lelaki dan wanita.
Berbeza dengan sifat wanita yang mudah menyatakan sesuatu yang dirasai atau apa disukai, sifat lelaki semakin sukar difahami jika orang yang paling hampir dengannya tidak cuba memahami biologi dan sikap sebenar mereka.
Bagi memahami golongan Adam ini dengan lebih mendalam, cuba baca petua berikut untuk lebih memahami dan mengenali mereka.
• Sifat lelaki lebih mudah
Lelaki lebih mudah cara hidupnya berbanding wanita kerana itu, lelaki sukar untuk memahami jika sesuatu perkara itu disampaikan dalam bentuk kiasan oleh wanita.
Wanita suka berkias dan berharap lelaki faham tetapi mereka lebih suka jika ia dijelaskan dengan bahasa yang mudah serta berterus-terang. Sekiranya wanita tidak jelas mengenai sesuatu perkara, tanyalah secara terbuka kepada lelaki.
• Bahasa lelaki adalah berlainan
Lelaki bercakap dengan bahasa berlainan. Ini yang menyebabkan lelaki dan wanita sukar berkomunikasi antara satu sama lain. Daripada kata-katanya, jika dia bercakap dengan wanita adalah berbeza daripada apa yang dimaksudkannya.
Ini bukan bererti dia berbohong namun lebih baik bagi wanita untuk memahami lelaki daripada apa yang dilakukannya berbanding daripada apa yang dikatakannya. Lelaki tidak pandai melahirkan rasa hatinya dalam bentuk kata-kata.
• Lelaki suka membisu
Wanita berkebolehan untuk membincangkan sesuatu subjek yang sensitif dan mendukacitakan sebagai salah satu cara berhadapan dengan realiti tetapi lelaki lebih suka untuk menyembunyikannya serta membisu.
• Lelaki tidak kompleks
Jika terdapat semua tanda yang menunjukkan seseorang lelaki hanya mahu wanita menjaganya, mengemas rumah, menyediakan makanan untuknya dan melakukan jimak secara kerap dengannya, wanita harus percaya itulah yang lelaki mahukan.
Ini bukan bererti lelaki berfikir secara primitif, tetapi lelaki memang sedemikian. Wanita biasa menganggap lelaki sebagai kompleks, tetapi sebenarnya kehendak lelaki adalah mudah.
• Lelaki berahsia dengan lelaki lain
Tidak sebagaimana wanita yang lebih mudah bercakap dengan wanita lain mengenai masalah, harapan dan kebimbangan yang amat rahsia serta peribadi, sukar bagi lelaki untuk menjadi mesra sedemikian rupa. Untuk melakukannya, lelaki memerlukan kekuatan dan keberanian yang tinggi.
• Lelaki pentingkan kejujuran
Jika lelaki tahu isterinya suka bercerita pada wanita lain mengenai dirinya, besar kemungkinan lelaki itu tidak akan bercerita lagi secara mesra mengenai hal rahsia kepada isterinya. Kejujuran adalah penting bagi lelaki. Dia mahukan isterinya menyimpan rahsia rumah tangga.
• Lelaki tidak suka dikritik
Jangan mengkritik lelaki, melainkan jika anda sedia untuk bertikam lidah dengannya. Lelaki tidak begitu terbuka untuk menerima kritikan.
Mengkritik di belakangnya, contohnya kepada saudara atau kawannya, mungkin dapat mengelakkan konfrontasi serta-merta tetapi dia akan berasa marah juga apabila perkara itu disampaikan kepadanya.
Cara yang baik untuk mengkritik lelaki ialah dengan berjenaka dan lembut. Cara lelaki mengkritik adalah berlainan dan mereka jarang melakukannya. Apabila lelaki mahu mengkritik, mereka memilih masa dan keadaan dengan teliti. Ketika menegur, perbincangan itu ringkas, tidak beremosi dan tepat. Untuk wanita mengkritik lelaki, elok jika kritikan itu digabungkan dengan sedikit pujian.
• Lelaki juga mahukan sokongan
Ketika berdepan masalah dan mengadu pada wanita, wanita harus memberitahu lelaki itu bahawa dia masih diperlukan. Lelaki mahukan keselesaan perasaan, sokongan serta kata-kata "Saya cintakan abang..." dan "Tidak kira apa yang terjadi, saya tetap bersama abang ... ."
• Sahabat yang paling baik
Jadilah sahabat yang paling baik kepada suami dan dia akan menjadi sahabat yang paling baik kepada anda.
• Lelaki mesra tanpa emosi
Antara perkara yang ada pada lelaki dan wanita ialah kehendak mutlak untuk dikasihi serta mengasihi sebagai balasan. Kemesraan emosi dan bersatunya jiwa bukan hanya jasad tetapi cara lahirnya kasih sayang. Ia bukan satu proses saja tetapi membabitkan hal yang tidak terungkai dan agak magis.
Setiap manusia bergantung kepada kemesraan emosi untuk seimbang dan gembira, paling kurang ia diperlukan untuk meneruskan kehidupan. Lelaki berbeza daripada wanita dari segi kebolehan lelaki untuk bermesra secara seksual tanpa kemesraan emosi.
Jalinan atau hubungan antara dua perkara ini iaitu kemesraan seks (cinta berahi) dan kemesraan emosi (cinta kasih) tidak penting pada ramai lelaki.
Ramai lelaki memberi keutamaan yang rendah kepada kemesraan emosi. Lelaki lambat mencapai kemesraan emosi berbanding wanita.
Lelaki lazimnya lebih cepat mencapai kemesraan seksual. Kemesraan emosi wujud apabila terdapat hubungan yang rapat dan jujur antara suami isteri.
Ia mungkin dianggap penting sebagai hubungan intim tetapi tanpa kemesraan emosi, seks boleh dilakukan oleh lelaki sehingga boleh menyebabkan punca konflik semula jadi antara lelaki dan wanita.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Luasnya Neraka ::
ﻻالهاﻻالله محمدرسولالله
YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM, lindunglilah dan peliharakanlah kami, kedua ibubapa kami, isteri kami, anak-anak kami, kaum keluarga kami & semua orang Islam dari azab seksa api nerakaMu YA ALLAH. Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH. Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH......AMIN.....
.: Luasnya Neraka :.
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'
Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'
Lalu nabi s.a.w. bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.'
Jawabnya: 'Ya.. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh..
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'
Nabi s.a.w. bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'
Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (nota kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah s.a.w.: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'
Jawab Jibrail:
'Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.'
Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?' Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.'
Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: 'Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?' Jawabnya: 'Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.'
Kemudian nabi s.a.w.. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai')
Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat
Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua.....Wallahua'lam.
Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.
Dari Abdullah bin 'Amr R.A,
Rasulullah S.A.W bersabda:' Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..
SEPULUH ORANG YANG MAYATNYA TIDAK BUSUK DAN TIDAK REPUT DI HARI QIAMAT KELAK!!!
Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAKBERCAKAP.
Bertanya orang kepada Rasulullah saw : 'Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?'
Maka jawabnya Rasulullah saw 'Umatku dikenali kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'.' Bila qiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud.. Bekas SUJUD tidak dihilangkan.
Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu 'itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN' mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian' Siratul Mustaqim dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.
Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati :-
1. Para Nabi
2 Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.
Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw: Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:
' Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa ( Ahli Puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga.
Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah-buahan SYURGA. '
Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari
nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.
Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam
Surah Al-Haqqah bermaksud :
'Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.'
* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain.
Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. ' Dan ( ingatlah ) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.' Surah Al-Baqarah : 237
Untuk renungan dan amalan bersama ..
DOA IKAN NUN
'LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINALZHAALIMIIN'
YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM, lindunglilah dan peliharakanlah kami, kedua ibubapa kami, isteri kami, anak-anak kami, kaum keluarga kami & semua orang Islam dari azab seksa api nerakaMu YA ALLAH. Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH. Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH......AMIN.....
.: Luasnya Neraka :.
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'
Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'
Lalu nabi s.a.w. bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.'
Jawabnya: 'Ya.. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh..
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'
Nabi s.a.w. bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'
Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (nota kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah s.a.w.: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'
Jawab Jibrail:
'Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.'
Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?' Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.'
Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: 'Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?' Jawabnya: 'Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.'
Kemudian nabi s.a.w.. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai')
Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat
Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua.....Wallahua'lam.
Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.
Dari Abdullah bin 'Amr R.A,
Rasulullah S.A.W bersabda:' Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..
SEPULUH ORANG YANG MAYATNYA TIDAK BUSUK DAN TIDAK REPUT DI HARI QIAMAT KELAK!!!
Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAKBERCAKAP.
Bertanya orang kepada Rasulullah saw : 'Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?'
Maka jawabnya Rasulullah saw 'Umatku dikenali kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'.' Bila qiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud.. Bekas SUJUD tidak dihilangkan.
Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu 'itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN' mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian' Siratul Mustaqim dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.
Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati :-
1. Para Nabi
2 Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.
Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw: Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:
' Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa ( Ahli Puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga.
Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah-buahan SYURGA. '
Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari
nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.
Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam
Surah Al-Haqqah bermaksud :
'Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.'
* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain.
Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. ' Dan ( ingatlah ) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.' Surah Al-Baqarah : 237
Untuk renungan dan amalan bersama ..
DOA IKAN NUN
'LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINALZHAALIMIIN'
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Ilmu ::
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam.Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya. "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina. "
Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya.
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.
"Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?"
" Ada !" jawab Jibril dengan tegas.
"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.
"Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina". Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggilwanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.
Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub.Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam.Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya. "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina. "
Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya.
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.
"Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?"
" Ada !" jawab Jibril dengan tegas.
"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.
"Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina". Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggilwanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.
Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub.Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Kisah Rasullulah s.a.w ::
Untuk renungan...
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya" .
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?". Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
Apakah Itu?", tanya Abubakar RA. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA. Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.
Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu?". Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" , bantah si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim. Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya. Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu. .. Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya? MasyaAllah.. ..macam meter taxi...jalan terus. Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.
1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.
2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah
3. bagi bacaan yang membangun dengan seseorang.
4. Bantu pendidikan seorang anak.
5. A jarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, Anda dapat hasanah.
6. Bagi CD Quran atau Do'a.
7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.
8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.
9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.
10. Bagikan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya" .
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?". Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
Apakah Itu?", tanya Abubakar RA. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA. Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.
Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu?". Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" , bantah si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim. Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya. Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu. .. Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya? MasyaAllah.. ..macam meter taxi...jalan terus. Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.
1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.
2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah
3. bagi bacaan yang membangun dengan seseorang.
4. Bantu pendidikan seorang anak.
5. A jarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, Anda dapat hasanah.
6. Bagi CD Quran atau Do'a.
7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.
8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.
9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.
10. Bagikan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Khutbah Nabi Mengenai Dajjal ::
Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: "Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: "Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.
"Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Iraq. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.
"Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.
"Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.
"Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: "Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?" Orang Arab itu akan berkata: "Tentu." Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: "Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu."
"Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: "Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: "Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah." Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga."
Kata Rasulullah s.a.w lagi: "Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak me-ngakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.
"Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.
"Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.
Dalam hadis yang lain, "di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka
tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit
supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur."
Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: "Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai."
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: "Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya
Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.
Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi." Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: "Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: "Mengapa menangis?"
Saya menjawab: "Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya." Rasulullah s.a.w berkata: "Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya.
Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat."
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: "Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa."
Ada yang bertanya: "Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?" Rasulullah s.a.w menjawab: "Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu." Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: "Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?" Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: "Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?" Mereka semua menjawab: "Ya, kami ingin." Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya
dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: "Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh
bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas'ud dan kemudian membunuh Dajjal itu."
Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita.
Wallahu A'lam.
Note: Seram sejuk aku membaca artikel ini, walaubagaimana ia sangat baik untuk dijadikan panduan pada kita sebagai Umat Islam."
"Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Iraq. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.
"Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.
"Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.
"Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: "Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?" Orang Arab itu akan berkata: "Tentu." Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: "Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu."
"Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: "Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: "Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah." Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga."
Kata Rasulullah s.a.w lagi: "Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak me-ngakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.
"Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.
"Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.
Dalam hadis yang lain, "di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka
tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit
supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur."
Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: "Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai."
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: "Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya
Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.
Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi." Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: "Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: "Mengapa menangis?"
Saya menjawab: "Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya." Rasulullah s.a.w berkata: "Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya.
Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat."
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: "Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa."
Ada yang bertanya: "Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?" Rasulullah s.a.w menjawab: "Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu." Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: "Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?" Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: "Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?" Mereka semua menjawab: "Ya, kami ingin." Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya
dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: "Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh
bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas'ud dan kemudian membunuh Dajjal itu."
Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita.
Wallahu A'lam.
Note: Seram sejuk aku membaca artikel ini, walaubagaimana ia sangat baik untuk dijadikan panduan pada kita sebagai Umat Islam."
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Ingatan - Jangan Malas Mandi ::
KAJIAN terbaru berkaitan dengan mandi mendapati ia bukan saja bertujuan untuk membersihkan diri daripada kotoran, tetapi menjauhkan stress serta berperanan penting meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Penyelidikan yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan masa selama setengah jam berendam dalam air suam dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 peratus. Kajian di Jepun pula menunjukkan 10 minit berendam dalam air panas dapat memperbaiki kesihatan jantung terutamanya untuk lelaki.
Berikut beberapa manfaat mandi kepada individu yang mengamalkannya.
Mengeluarkan racun : Mandi air panas sekitar 32 hingga 35 darjah Celsius membuka ruang yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air panas membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar supaya bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan ialah selama 10 hingga 20 minit. Suhu yang dianjurkan ialah sekitar 12 hingga 18 darjah Celsius. Mandi air sejuk sangat baik untuk meredakan ketegangan. Ia dapat menyempitkan darah dan meningkatkan tingkat gula darah.
Jangkitan kulit: Penyakit kulit tertentu seperti ruam atau gatal-gatal boleh diatasi dengan menambahkan soda penaik (sodium bicarbonate) ke dalam air mandian. Ia bertindak sebagai antiseptik. Isikan air ke bekas mandian dan tambahkan soda penaik dan aduk sehingga rata. Digalakkan untuk berendam selama 10 hingga 20 minit.
Selesema dan sakit kepala: Merendam kaki dalam air panas membantu menyembuhkan selsema, sakit kepala dan menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukkan air panas secukupnya dalam bekas sehingga menenggelamkan pergelangan kaki kemudian tambahkan beberapa titis minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Selepas basuh dengan air sejuk. Lakukannya selama 10 hingga 20 minit.
Insomnia: Merendamkan kaki dalam air dingin sangat baik kepada anda yang mempunyai masalah imsonia atau memiliki masalah tidur. Masukkan kaki sehingga ia merasa dingin. Perubatan ini berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, selsema dan sembelit.
Penyelidikan yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan masa selama setengah jam berendam dalam air suam dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 peratus. Kajian di Jepun pula menunjukkan 10 minit berendam dalam air panas dapat memperbaiki kesihatan jantung terutamanya untuk lelaki.
Berikut beberapa manfaat mandi kepada individu yang mengamalkannya.
Mengeluarkan racun : Mandi air panas sekitar 32 hingga 35 darjah Celsius membuka ruang yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air panas membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar supaya bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan ialah selama 10 hingga 20 minit. Suhu yang dianjurkan ialah sekitar 12 hingga 18 darjah Celsius. Mandi air sejuk sangat baik untuk meredakan ketegangan. Ia dapat menyempitkan darah dan meningkatkan tingkat gula darah.
Jangkitan kulit: Penyakit kulit tertentu seperti ruam atau gatal-gatal boleh diatasi dengan menambahkan soda penaik (sodium bicarbonate) ke dalam air mandian. Ia bertindak sebagai antiseptik. Isikan air ke bekas mandian dan tambahkan soda penaik dan aduk sehingga rata. Digalakkan untuk berendam selama 10 hingga 20 minit.
Selesema dan sakit kepala: Merendam kaki dalam air panas membantu menyembuhkan selsema, sakit kepala dan menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukkan air panas secukupnya dalam bekas sehingga menenggelamkan pergelangan kaki kemudian tambahkan beberapa titis minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Selepas basuh dengan air sejuk. Lakukannya selama 10 hingga 20 minit.
Insomnia: Merendamkan kaki dalam air dingin sangat baik kepada anda yang mempunyai masalah imsonia atau memiliki masalah tidur. Masukkan kaki sehingga ia merasa dingin. Perubatan ini berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, selsema dan sembelit.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Rahsia Solat ::
Inilah dia rahsia as-solat, sebagai peringatan bagi yang dah tahu atau panduan bagi yang baru tahu…
1 - Niat Sembahyang : Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
2 - Berdiri Betul : Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.
3 - Takbir-ratul Ihram : Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur.
4 - Fatihah : Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.
5 - Ruqu' : Sebagai tikar kita di dalam kubur.
6 - I'tidal : Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika di dalam kubur.
7 - Sujud : Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.
8 - Duduk antara 2 Sujud : Akan menaung panji-panji nabi kita didalam kubur.
9 - Duduk antara 2 Sujud (akhir) : Menjadi kenderaan ketika kita dipadang Mahsyar.
10 - Tahhiyat Akhir : Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh mungkar & nangkir di dalam kubur.
11 - Selawat Nabi : Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.
12 - Salam : Memelihara kita di dalam kubur.
13 - Tertib : Akan pertemuan kita dengan Allah S. W. T.
1 - Niat Sembahyang : Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
2 - Berdiri Betul : Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.
3 - Takbir-ratul Ihram : Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur.
4 - Fatihah : Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.
5 - Ruqu' : Sebagai tikar kita di dalam kubur.
6 - I'tidal : Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika di dalam kubur.
7 - Sujud : Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.
8 - Duduk antara 2 Sujud : Akan menaung panji-panji nabi kita didalam kubur.
9 - Duduk antara 2 Sujud (akhir) : Menjadi kenderaan ketika kita dipadang Mahsyar.
10 - Tahhiyat Akhir : Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh mungkar & nangkir di dalam kubur.
11 - Selawat Nabi : Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.
12 - Salam : Memelihara kita di dalam kubur.
13 - Tertib : Akan pertemuan kita dengan Allah S. W. T.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Perkara Remeh Boleh Jadi Punca Perceraian ::
TIDAK sukar untuk menyelamatkan sebuah perhubungan yang sudah lama terjalin jika tahu mencari puncanya. Bayangkan bertahun-tahun hidup dengannya, anda kerap melakukan kesilapan, daripada perkara remeh-temeh sehingga menjadi bibit yang membosankan.
Membaca atau meneliti kes perceraian yang berlaku, ia tidak hanya berpunca daripada isu besar sebaliknya perkara kecil boleh menjadi titik akhir sekali gus mengundang episod duka dalam rumah tangga.
Seperti mana kata pakar perkahwinan, masalah rumah tangga harus dilihat dalam sudut paling dalam biarpun ia hanya bermula dengan hal paling kecil tetapi boleh memberi kesan besar dalam hidup.
Ada kalanya si suami mengomel isteri selekeh, sering berkain batik dan kemeja-T lusuh apabila berada di rumah sedangkan di luar dia berdepan dengan wanita yang berpenampilan menawan sehingga ada ketikanya menjentik naluri kelelakiannya.
Jika anda tahu ‘lambaian di luar sana’ lebih membuat lelaki teruja.
Elakkan perkara yang diperkatakan ini untuk menjadi pengajaran berguna.
• Memperkecil suami di hadapan orang lain antara sedar dan tidak walaupun ia benar. Contohnya, “Suami saya kan, siang ikan pun tak tahu!”
• Mengganggu suami dengan kerap menelefon dirinya dan panggilan dibuat pada waktu yang salah sekadar memberitahu hal remeh-temeh.
• Terlalu suka mengemas rumah atau mengalihkan barang hinggakan suami tidak jumpa barang yang disimpan si isteri.
• Mengambil muka surat atau bahagian tertentu daripada akhbar dan menyusun akhbar dengan cara amat salah, hingga menyukarkan bahagian yang hendak dibaca.
• Memotong mana-mana bahagian majalah dan akhbar sehingga berlubang di sana sini manakala suami tidak sempat membacanya.
• Menyuruh suami supaya membeli itu dan ini dalam perjalanan balik dari pejabat sedangkan perancangan ke pasar atau pasar raya cuma esok atau baru ke pasar semalam.
• Tidak memberi arahan jelas kepada suami bila menyuruhnya membeli sesuatu dan kemudian menyalahkan suami.
• Membuat janji temu dan aktiviti sosial tanpa mendapat persetujuan suami sehingga kadangkala ia mengganggu perencanaan yang sudah dibuat.
• Bercakap atau bersembang di telefon dengan rakan pada waktu malam selepas jam 10 dan ketika itu, ia sepatutnya menjadi waktu istirahat anda sekeluarga.
• Menjemput tetamu ke rumah tanpa izin suami sedangkan ia waktu rehat seisi keluarga.
• Berpakaian kusut-masai dengan baju-T terkoyak dan batik lusuh selain rambut tidak terurus serta tanpa sebarang calitan mekap, membuatkan si suami muak untuk pulang ke rumah kerana tiada langsung tarikan.
• Mengambil masa cukup lama apabila bersiap seolah-olah pengantin yang begitu lambat menyiapkan diri, membuatkan suami tertunggu-tunggu dan terus tertidur.
• Sengaja atau tidak sengaja terlupa menyuruh orang gaji atau diri sendiri membasuh atau menggosok pakaian untuk hari berkenaan.
• Sengaja atau tidak menyebelahi anak-anak apabila suami ‘naik angin’ apabila mereka ke rumah rakan seharian atau berminggu-minggu tanpa mengambil tahu atau meminta pandangan suami terlebih dulu.
• Tidak suka mandi dan bersiap awal pada hari cuti. Hanya bersiap apabila diberitahu ada kenduri yang harus dikunjungi. Sebagai isteri, seharusnya sering bersiap rapi supaya sentiasa disenangi suami.
• Suka melengahkan masa apabila hendak solat berjemaah atau beribadah dengan melencong ke dapur, bilik anak-anak atau melakukan perkara lain seolah-olah meremehkan perkara berkaitan ibadah.
• Mengganggu suami yang menonton rancangan televisyen kegemarannya misalnya bola sepak. Ketika itu, ada saja kerja yang minta suami lakukan sehingga menjadi bibit percanggahan pendapat atau punca berlakunya perselisihan faham.
• Asyik bercerita mengenai diri sendiri tanpa memberi peluang pada suami untuk bercerita. Ada kalanya, suami anda juga mahukan perhatian atau berkongsi masalah dan cerita di pejabat.
• Membebel dan berleter tanpa henti mengenai hal yang amat kecil dan diulang tayang setiap hari sehingga menjadikan topik yang memang dibenci suami.
• Suka memfitnah dan menuduh suami tanpa usul periksa dengan gosip atau prejudis sehingga menimbulkan rasa bosan dan kebencian suami.
• Menceritakan hal rumah tangga kepada orang lain dan memburuk-burukkan suami, keturunan atau asal-usul suami dengan tujuan merendahkan martabat suami pada mata orang lain sama ada keluarga, jiran mahupun rakan terdekat.
• Sengaja atau tidak, gagal memasak masakan digemari suami. Bertahun-tahun hidup dengannya, sudah pasti si isteri tahu kesukaan suami atau perkara tidak digemarinya. Sebaliknya, isteri banyak menyakitkan hati suami sehingga sedikit demi sedikit, timbul kebencian di hati suami.
• Meminjamkan harta benda suami kepada orang lain tanpa kebenaran terutama barangan yang amat disayanginya.
Membaca atau meneliti kes perceraian yang berlaku, ia tidak hanya berpunca daripada isu besar sebaliknya perkara kecil boleh menjadi titik akhir sekali gus mengundang episod duka dalam rumah tangga.
Seperti mana kata pakar perkahwinan, masalah rumah tangga harus dilihat dalam sudut paling dalam biarpun ia hanya bermula dengan hal paling kecil tetapi boleh memberi kesan besar dalam hidup.
Ada kalanya si suami mengomel isteri selekeh, sering berkain batik dan kemeja-T lusuh apabila berada di rumah sedangkan di luar dia berdepan dengan wanita yang berpenampilan menawan sehingga ada ketikanya menjentik naluri kelelakiannya.
Jika anda tahu ‘lambaian di luar sana’ lebih membuat lelaki teruja.
Elakkan perkara yang diperkatakan ini untuk menjadi pengajaran berguna.
• Memperkecil suami di hadapan orang lain antara sedar dan tidak walaupun ia benar. Contohnya, “Suami saya kan, siang ikan pun tak tahu!”
• Mengganggu suami dengan kerap menelefon dirinya dan panggilan dibuat pada waktu yang salah sekadar memberitahu hal remeh-temeh.
• Terlalu suka mengemas rumah atau mengalihkan barang hinggakan suami tidak jumpa barang yang disimpan si isteri.
• Mengambil muka surat atau bahagian tertentu daripada akhbar dan menyusun akhbar dengan cara amat salah, hingga menyukarkan bahagian yang hendak dibaca.
• Memotong mana-mana bahagian majalah dan akhbar sehingga berlubang di sana sini manakala suami tidak sempat membacanya.
• Menyuruh suami supaya membeli itu dan ini dalam perjalanan balik dari pejabat sedangkan perancangan ke pasar atau pasar raya cuma esok atau baru ke pasar semalam.
• Tidak memberi arahan jelas kepada suami bila menyuruhnya membeli sesuatu dan kemudian menyalahkan suami.
• Membuat janji temu dan aktiviti sosial tanpa mendapat persetujuan suami sehingga kadangkala ia mengganggu perencanaan yang sudah dibuat.
• Bercakap atau bersembang di telefon dengan rakan pada waktu malam selepas jam 10 dan ketika itu, ia sepatutnya menjadi waktu istirahat anda sekeluarga.
• Menjemput tetamu ke rumah tanpa izin suami sedangkan ia waktu rehat seisi keluarga.
• Berpakaian kusut-masai dengan baju-T terkoyak dan batik lusuh selain rambut tidak terurus serta tanpa sebarang calitan mekap, membuatkan si suami muak untuk pulang ke rumah kerana tiada langsung tarikan.
• Mengambil masa cukup lama apabila bersiap seolah-olah pengantin yang begitu lambat menyiapkan diri, membuatkan suami tertunggu-tunggu dan terus tertidur.
• Sengaja atau tidak sengaja terlupa menyuruh orang gaji atau diri sendiri membasuh atau menggosok pakaian untuk hari berkenaan.
• Sengaja atau tidak menyebelahi anak-anak apabila suami ‘naik angin’ apabila mereka ke rumah rakan seharian atau berminggu-minggu tanpa mengambil tahu atau meminta pandangan suami terlebih dulu.
• Tidak suka mandi dan bersiap awal pada hari cuti. Hanya bersiap apabila diberitahu ada kenduri yang harus dikunjungi. Sebagai isteri, seharusnya sering bersiap rapi supaya sentiasa disenangi suami.
• Suka melengahkan masa apabila hendak solat berjemaah atau beribadah dengan melencong ke dapur, bilik anak-anak atau melakukan perkara lain seolah-olah meremehkan perkara berkaitan ibadah.
• Mengganggu suami yang menonton rancangan televisyen kegemarannya misalnya bola sepak. Ketika itu, ada saja kerja yang minta suami lakukan sehingga menjadi bibit percanggahan pendapat atau punca berlakunya perselisihan faham.
• Asyik bercerita mengenai diri sendiri tanpa memberi peluang pada suami untuk bercerita. Ada kalanya, suami anda juga mahukan perhatian atau berkongsi masalah dan cerita di pejabat.
• Membebel dan berleter tanpa henti mengenai hal yang amat kecil dan diulang tayang setiap hari sehingga menjadikan topik yang memang dibenci suami.
• Suka memfitnah dan menuduh suami tanpa usul periksa dengan gosip atau prejudis sehingga menimbulkan rasa bosan dan kebencian suami.
• Menceritakan hal rumah tangga kepada orang lain dan memburuk-burukkan suami, keturunan atau asal-usul suami dengan tujuan merendahkan martabat suami pada mata orang lain sama ada keluarga, jiran mahupun rakan terdekat.
• Sengaja atau tidak, gagal memasak masakan digemari suami. Bertahun-tahun hidup dengannya, sudah pasti si isteri tahu kesukaan suami atau perkara tidak digemarinya. Sebaliknya, isteri banyak menyakitkan hati suami sehingga sedikit demi sedikit, timbul kebencian di hati suami.
• Meminjamkan harta benda suami kepada orang lain tanpa kebenaran terutama barangan yang amat disayanginya.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Niat Baik Teras Pergaulan ::
PERASAAN kasih dan sayang adalah anugerah kepada makhluk Allah di muka bumi ini. Pada asasnya, hukum bercinta, berkasih sayang dan berpasangan adalah harus manakala naluri manusia tidak terbatas dalam soal ingin menyayangi serta saling mengasihi.
Namun, kebanyakan pasangan yang bercinta sering melupakan batas tertentu yang digariskan oleh hukum agama dan sosial. Bagi mereka yang masih muda, beberapa perkara berikut harus direnung sebaik mungkin:
• Tidak mempunyai niat yang baik.
Sesebuah perhubungan istimewa antara lelaki dan wanita seharusnya didasari dengan niat yang baik seperti bertujuan untuk berkahwin. Justeru, sebarang perhubungan sekadar untuk berhibur dan bersuka-suka tidak seharusnya dijalin.
• Tidak mematuhi syariat agama.
Lumrah berpasangan seakan tidak dapat lari daripada aktiviti bertemu janji, berbelanja atau membeli-belah.
Paling tidak, pasti dalam bertemu janji itu berlaku pandangan mata yang tidak harus, perbicaraan yang tidak wajar dan seumpamanya. Semua perlakuan ini bercanggah dengan ajaran Islam yang mengharamkan perhubungan bebas antara lelaki dan perempuan.
Paling penting, apabila syariat Islam mengharamkan sesuatu perkara atau perbuatan, wasilah atau tindakan yang menuju kepada perkara yang diharamkan itu turut diharamkan.
• Menjatuhkan maruah (peribadi) wanita. Apabila pasangan bercanda, peribadi seorang wanita Muslimah sering dipersoalkan manakala khalayak tidak berbicara mengenai si lelaki.
Masyarakat sering mempersoalkan begitu mudah si perempuan membiarkan dirinya diusung ke sana-sini atau setidak-tidaknya umum akan menganggap bahawa perempuan itu sudah dimiliki.
Apabila berlaku perpisahan, masyarakat mula membuat pelbagai tanggapan negatif terhadap si perempuan hingga akhirnya berlaku tohmahan yang menjatuhkan maruah dan kehormatan wanita.
Islam amat prihatin mengenai aspek menjaga maruah wanita lalu, atas dasar itulah Islam mengharamkan perhubungan yang di luar batasan dengan tujuan memelihara kehormatan wanita.
• Membazirkan wang kepada perkara yang tidak wajar.
Dalam budaya berpasangan, biasanya lelaki banyak menghabiskan wang pinjaman tajaan pengajiannya atau wang pemberian ibu bapa untuk memenuhi kehendak pasangannya.
Baik makan minum atau sehingga penambahan kredit telefon bimbit yang tidak terkawal, segalanya memerlukan perbelanjaan.
Fikir dulu sebelum berhabis apatah lagi perbuatan membazir dan menyalahgunakan harta adalah amalan syaitan.
• Membuang masa pada perkara yang tidak sewajarnya.
Gunakan waktu untuk perkara yang bermanfaat bukannya meluangkan waktu dengan perbuatan yang ditegah oleh Allah.
Namun, kebanyakan pasangan yang bercinta sering melupakan batas tertentu yang digariskan oleh hukum agama dan sosial. Bagi mereka yang masih muda, beberapa perkara berikut harus direnung sebaik mungkin:
• Tidak mempunyai niat yang baik.
Sesebuah perhubungan istimewa antara lelaki dan wanita seharusnya didasari dengan niat yang baik seperti bertujuan untuk berkahwin. Justeru, sebarang perhubungan sekadar untuk berhibur dan bersuka-suka tidak seharusnya dijalin.
• Tidak mematuhi syariat agama.
Lumrah berpasangan seakan tidak dapat lari daripada aktiviti bertemu janji, berbelanja atau membeli-belah.
Paling tidak, pasti dalam bertemu janji itu berlaku pandangan mata yang tidak harus, perbicaraan yang tidak wajar dan seumpamanya. Semua perlakuan ini bercanggah dengan ajaran Islam yang mengharamkan perhubungan bebas antara lelaki dan perempuan.
Paling penting, apabila syariat Islam mengharamkan sesuatu perkara atau perbuatan, wasilah atau tindakan yang menuju kepada perkara yang diharamkan itu turut diharamkan.
• Menjatuhkan maruah (peribadi) wanita. Apabila pasangan bercanda, peribadi seorang wanita Muslimah sering dipersoalkan manakala khalayak tidak berbicara mengenai si lelaki.
Masyarakat sering mempersoalkan begitu mudah si perempuan membiarkan dirinya diusung ke sana-sini atau setidak-tidaknya umum akan menganggap bahawa perempuan itu sudah dimiliki.
Apabila berlaku perpisahan, masyarakat mula membuat pelbagai tanggapan negatif terhadap si perempuan hingga akhirnya berlaku tohmahan yang menjatuhkan maruah dan kehormatan wanita.
Islam amat prihatin mengenai aspek menjaga maruah wanita lalu, atas dasar itulah Islam mengharamkan perhubungan yang di luar batasan dengan tujuan memelihara kehormatan wanita.
• Membazirkan wang kepada perkara yang tidak wajar.
Dalam budaya berpasangan, biasanya lelaki banyak menghabiskan wang pinjaman tajaan pengajiannya atau wang pemberian ibu bapa untuk memenuhi kehendak pasangannya.
Baik makan minum atau sehingga penambahan kredit telefon bimbit yang tidak terkawal, segalanya memerlukan perbelanjaan.
Fikir dulu sebelum berhabis apatah lagi perbuatan membazir dan menyalahgunakan harta adalah amalan syaitan.
• Membuang masa pada perkara yang tidak sewajarnya.
Gunakan waktu untuk perkara yang bermanfaat bukannya meluangkan waktu dengan perbuatan yang ditegah oleh Allah.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
:: Puasa ::
1. Awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahan keampunan dan akhir pembebasan dari neraka
Az-Zahabi menyebutkan dalam Al-Mizan dari riwayat Hisyam bin ' Ammar dari jalan Sallam bin Sawwar dari Maslamah bin Ash-Shalti dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Awal bulan Ramadhan adalah rahmat , pertengahannya keampunan dan akhirnya ialah pembebasan dari Neraka
2. Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat
Ad - Dailami meriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat
3. Manafaat melaparkan perut
Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Barangsiapa yang melaparkan perutnya nescaya besarlah fikirannya dan cerdiklah hatinya
4. Penghulu segala amalan adalah lapar
Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Penghulu segala amalan itu ialah lapar dan kehinaan diri ialah pakaian bulu
5. Perkhabaran-perkhabaran ghaib sepanjang di bulan Ramadhan
Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abu Tahir Anas r.a. katanya : Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Apabila malam pertama bulan Ramadhan berserulah Tuhan Al- Jalil akan Malik Ridhwan penjaga Syurga seraya berfirman : Persiapkan Syurgaku dan hiasilah dia untuk orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad , janganlah engkau menutupnya bagi mereka sehingga habis bulan mereka ( Ramadhan ). Kemudian Tuhan Al-Jalil memanggil Malaikat penjaga Neraka : Hai Malik ! Malik menjawab : Ya Tuhanku! Kemudian Allah berfirman : Tutuplah pintu - pintu Neraka Jahim dari orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad dan janganlah engkau membukanya untuk mereka . Kemudian menyeru Jibrail : Ya Jibrail ! Lalu Jibrail menjawab : Ya Tuhanku ! Lalu Tuhan berfirman : Turunlah engkau ke bumi dan rantaikan syaitan - syaitan yang jahat itu supaya mereka tidak merosakkan puasa umat Ahmad.
Pada tiap - tiap hari bulan Ramadhan iaitu di kala matahari naik dan di kala berbuka puasa Allah mempunyai orang - orang yang dibebaskan dari Neraka laki - laki dan wanita . Pada tiap - tiap langit Allah mempunyai seorang Malaikat yang balungnya di bawah ' Arasy Ar-Rahman manakala dua kakinya berada diperbatasan bumi ketujuh yang bawah , satu sayapnya berada di Masriq yang bertatahkan marjan , mutiara besar dan permata , dan satu sayap lagi berada di Mahgrib yang bertatahkan dengan marjan , mutiara besar dan permata , Malaikat itu berseru : Adakah orang yang bertaubat yang akan diterima taubatnya ? Adalah orang yang berdoa' yang akan diqabulkan doa'nya ? Adalah orang yang teraniaya yang akan ditolong ? Adalah orang yang memohon ampun yang akan diberikan keampunan ? Adakah orang yang meminta yang akan diberikan permintaannya ? Nabi bersabda lagi : Dan Tuhan berseru sepanjang bulan Ramadhan: Para hambaku laki-laki dan perempuan , bergembiralah, hampir - hampir akan diangkat dari kamu akan makanan - makanan ini kepada rahmat dan kemuliannku.
Apabila malam Lailatul-Qadri Jibrail turun dalam satu golongan para Malaikat yang berselawat ( berdoa') ke atas tiap - tiap hamba Allah yang bangun dan yang duduk berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla
Apabila Hari Raya Fitrah Allah membanggakan mereka kepada para Malaikatnya : Hai para Malaikatku , apakah balasan bagi buruh yang telah menunaikan kerjanya ? Para Malaikat menjawab : Ya Tuhan kami , balasannya ialah disempurnakan upahnya. Allah lalu berfirman : Hamba - hambaku yang laki - laki dan perempuan, telah menunaikan kewajipanku atas mereka, kemudian mereka keluar dengan mengangkatkan suara mereka berdoa' kepadaku. Demi kebesaran dan kemuliaanku, demi ketinggian tempatku, pasti Aku akan kabulkan doa' mereka pad hari ini. Kembalilah, sesungguhnya Aku telah memberi keampunan kepada kamu dan Aku telah gantikan kejahatan - kejahatan kamu dengan kebaikan - kebaikan , maka mereka pun kembali dengan mendapat keampunan ).
6. Kelebihan Puasa di bulan Rejab
Abu Muhammad Al- Khallal , Ad-Dailami , Al-Ashbahani meriwayatkan dari Mansor bin Yazid Al-Asadi , dari Musa bin 'Imran , dari Anas bin Malik r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Bahawasanya di dalam Syurga ada sebuah sungai yang dipanggil Rejab , airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu , barangsiapa berpuasa sehari sahaja dari bulan Rejab nescaya Allah memberinya minum dari sungai itu.
7. Puasa bulan Rejab
Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abdul - Baqi dari jalan Abu Bakr Muhammad bin Al-Hasan An Naqqasy , dari Abu Sa'id r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Rejab adalah bulan Allah , Sya'ban bulanku dan Ramdahan bulan umatku , maka barangsiapa yang berpuasa bulan Rejab dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah , maka ia wajib mendapat keridhaan dari Allah Yang Maha Agung dan menempatkan dalam Syurga Al-Firdaus yang tertinggi . Barangsiapa berpuasa dua hari dari bulan Rejab maka baginya pahala dua kali ganda , timbangan tiap - tiap ganda bagaikan bukit - bukit di dunia . Barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan Rejab maka Allah menjadikan antaranya dan Neraka sebuah parit yang panjangnya sepanjang perjalanan setahun . Barangsiapa berpuasa empat hari dari bulan Rejab maka ia akan diselamatkan dari bala , gila , kusta dan sopak , dari fitnah Al-Masih Ad - Dajjal dan dari azab kubur. Barangsiapa berpuasa enam hari dari bulan Rejab, maka ia keluar dari kuburnya dengan wajah yang lebih bersinar daripada sinar bulan pada malam purnama .
Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan Rejab , maka pintu - pintu tujuh buah Neraka ditutup baginya , tiap - tiap sehari puasa ditutup satu pintu dari pintu - pintu Neraka itu . Barangsiapa berpuasa lapan hari dari bulan Rejab, maka dibuka untuknya pintu Syurga yang lapan buah itu , tiap- tiap sehari puasa sebuah pintu dibuka .
Barangsiapa berpuasa sembilan hari dari bulan Rekab , maka ia keluar dari kuburnya sedangkan ia menyeru La Ilaha Illallah , maka wajahnya tidak datang kecuali syurgalah baginya . Barangsiapa berpuasa sepuluh hari dari bulan Rejab , maka Allah menjadikan untuknya atas tiap- tiap satu mail Shirath akan permaidani yang ia beristirahat di atasnya .
Barangsiapa berpuasa sebelas hari dari bulan Rejab , maka ia tidak akan dilihat di Akhirat nanti lebih utama daripadanya kecuali orang yang berpuasa Rejab seperti dia ataupun lebih daripadanya . Barangsiapa berpuasa dua belas hari dari bulan Rejab , maka pada hari Qiamat Allah memakaikannya dua pakaian , satu pakaian lebih baik daripada dunia dan segala isinya .
Barangsiapa berpuasa tiga belas hari dari bulan Rejab , maka dihidangkan untuknya sebuah hidangan dalam bayang - bayang ' Arasy lalu ia memakannya sedangkan orang ramai berada dalam kesusahan yang amat sangat . Barangsiapa berpuasa empat belas hari dari bulan Rejab , maka Allah memberikannya pahala yang tidak pernah dilihat oleh mata , tidak didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di hati .
Barangsiapa berpuasa lima belas hari dari bulan Rejab , maka Allah menempatkan dia di hari Qiamat di tempat orang - orang yang selamat , tiada lalu seorang Malaikat Muqarrabin dan tiada lalu pula seorang Nabi yang diutuskan kecuali mereka berkata : Berbahagialah engkau ! Engkau adalah di antara orang - orang yang selamat sejahtera ).
8. Puasa Tiga Bulan Berturut - Turut
Maksudnya dari Abu Hurairah RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah menyempurnakan puasa sebulan penuh selepas Ramadhan melainkan bulan Rejab dan Sya'ban.
Az-Zahabi menyebutkan dalam Al-Mizan dari riwayat Hisyam bin ' Ammar dari jalan Sallam bin Sawwar dari Maslamah bin Ash-Shalti dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Awal bulan Ramadhan adalah rahmat , pertengahannya keampunan dan akhirnya ialah pembebasan dari Neraka
2. Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat
Ad - Dailami meriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat
3. Manafaat melaparkan perut
Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Barangsiapa yang melaparkan perutnya nescaya besarlah fikirannya dan cerdiklah hatinya
4. Penghulu segala amalan adalah lapar
Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Penghulu segala amalan itu ialah lapar dan kehinaan diri ialah pakaian bulu
5. Perkhabaran-perkhabaran ghaib sepanjang di bulan Ramadhan
Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abu Tahir Anas r.a. katanya : Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Apabila malam pertama bulan Ramadhan berserulah Tuhan Al- Jalil akan Malik Ridhwan penjaga Syurga seraya berfirman : Persiapkan Syurgaku dan hiasilah dia untuk orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad , janganlah engkau menutupnya bagi mereka sehingga habis bulan mereka ( Ramadhan ). Kemudian Tuhan Al-Jalil memanggil Malaikat penjaga Neraka : Hai Malik ! Malik menjawab : Ya Tuhanku! Kemudian Allah berfirman : Tutuplah pintu - pintu Neraka Jahim dari orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad dan janganlah engkau membukanya untuk mereka . Kemudian menyeru Jibrail : Ya Jibrail ! Lalu Jibrail menjawab : Ya Tuhanku ! Lalu Tuhan berfirman : Turunlah engkau ke bumi dan rantaikan syaitan - syaitan yang jahat itu supaya mereka tidak merosakkan puasa umat Ahmad.
Pada tiap - tiap hari bulan Ramadhan iaitu di kala matahari naik dan di kala berbuka puasa Allah mempunyai orang - orang yang dibebaskan dari Neraka laki - laki dan wanita . Pada tiap - tiap langit Allah mempunyai seorang Malaikat yang balungnya di bawah ' Arasy Ar-Rahman manakala dua kakinya berada diperbatasan bumi ketujuh yang bawah , satu sayapnya berada di Masriq yang bertatahkan marjan , mutiara besar dan permata , dan satu sayap lagi berada di Mahgrib yang bertatahkan dengan marjan , mutiara besar dan permata , Malaikat itu berseru : Adakah orang yang bertaubat yang akan diterima taubatnya ? Adalah orang yang berdoa' yang akan diqabulkan doa'nya ? Adalah orang yang teraniaya yang akan ditolong ? Adalah orang yang memohon ampun yang akan diberikan keampunan ? Adakah orang yang meminta yang akan diberikan permintaannya ? Nabi bersabda lagi : Dan Tuhan berseru sepanjang bulan Ramadhan: Para hambaku laki-laki dan perempuan , bergembiralah, hampir - hampir akan diangkat dari kamu akan makanan - makanan ini kepada rahmat dan kemuliannku.
Apabila malam Lailatul-Qadri Jibrail turun dalam satu golongan para Malaikat yang berselawat ( berdoa') ke atas tiap - tiap hamba Allah yang bangun dan yang duduk berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla
Apabila Hari Raya Fitrah Allah membanggakan mereka kepada para Malaikatnya : Hai para Malaikatku , apakah balasan bagi buruh yang telah menunaikan kerjanya ? Para Malaikat menjawab : Ya Tuhan kami , balasannya ialah disempurnakan upahnya. Allah lalu berfirman : Hamba - hambaku yang laki - laki dan perempuan, telah menunaikan kewajipanku atas mereka, kemudian mereka keluar dengan mengangkatkan suara mereka berdoa' kepadaku. Demi kebesaran dan kemuliaanku, demi ketinggian tempatku, pasti Aku akan kabulkan doa' mereka pad hari ini. Kembalilah, sesungguhnya Aku telah memberi keampunan kepada kamu dan Aku telah gantikan kejahatan - kejahatan kamu dengan kebaikan - kebaikan , maka mereka pun kembali dengan mendapat keampunan ).
6. Kelebihan Puasa di bulan Rejab
Abu Muhammad Al- Khallal , Ad-Dailami , Al-Ashbahani meriwayatkan dari Mansor bin Yazid Al-Asadi , dari Musa bin 'Imran , dari Anas bin Malik r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Bahawasanya di dalam Syurga ada sebuah sungai yang dipanggil Rejab , airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu , barangsiapa berpuasa sehari sahaja dari bulan Rejab nescaya Allah memberinya minum dari sungai itu.
7. Puasa bulan Rejab
Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abdul - Baqi dari jalan Abu Bakr Muhammad bin Al-Hasan An Naqqasy , dari Abu Sa'id r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Rejab adalah bulan Allah , Sya'ban bulanku dan Ramdahan bulan umatku , maka barangsiapa yang berpuasa bulan Rejab dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah , maka ia wajib mendapat keridhaan dari Allah Yang Maha Agung dan menempatkan dalam Syurga Al-Firdaus yang tertinggi . Barangsiapa berpuasa dua hari dari bulan Rejab maka baginya pahala dua kali ganda , timbangan tiap - tiap ganda bagaikan bukit - bukit di dunia . Barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan Rejab maka Allah menjadikan antaranya dan Neraka sebuah parit yang panjangnya sepanjang perjalanan setahun . Barangsiapa berpuasa empat hari dari bulan Rejab maka ia akan diselamatkan dari bala , gila , kusta dan sopak , dari fitnah Al-Masih Ad - Dajjal dan dari azab kubur. Barangsiapa berpuasa enam hari dari bulan Rejab, maka ia keluar dari kuburnya dengan wajah yang lebih bersinar daripada sinar bulan pada malam purnama .
Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan Rejab , maka pintu - pintu tujuh buah Neraka ditutup baginya , tiap - tiap sehari puasa ditutup satu pintu dari pintu - pintu Neraka itu . Barangsiapa berpuasa lapan hari dari bulan Rejab, maka dibuka untuknya pintu Syurga yang lapan buah itu , tiap- tiap sehari puasa sebuah pintu dibuka .
Barangsiapa berpuasa sembilan hari dari bulan Rekab , maka ia keluar dari kuburnya sedangkan ia menyeru La Ilaha Illallah , maka wajahnya tidak datang kecuali syurgalah baginya . Barangsiapa berpuasa sepuluh hari dari bulan Rejab , maka Allah menjadikan untuknya atas tiap- tiap satu mail Shirath akan permaidani yang ia beristirahat di atasnya .
Barangsiapa berpuasa sebelas hari dari bulan Rejab , maka ia tidak akan dilihat di Akhirat nanti lebih utama daripadanya kecuali orang yang berpuasa Rejab seperti dia ataupun lebih daripadanya . Barangsiapa berpuasa dua belas hari dari bulan Rejab , maka pada hari Qiamat Allah memakaikannya dua pakaian , satu pakaian lebih baik daripada dunia dan segala isinya .
Barangsiapa berpuasa tiga belas hari dari bulan Rejab , maka dihidangkan untuknya sebuah hidangan dalam bayang - bayang ' Arasy lalu ia memakannya sedangkan orang ramai berada dalam kesusahan yang amat sangat . Barangsiapa berpuasa empat belas hari dari bulan Rejab , maka Allah memberikannya pahala yang tidak pernah dilihat oleh mata , tidak didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di hati .
Barangsiapa berpuasa lima belas hari dari bulan Rejab , maka Allah menempatkan dia di hari Qiamat di tempat orang - orang yang selamat , tiada lalu seorang Malaikat Muqarrabin dan tiada lalu pula seorang Nabi yang diutuskan kecuali mereka berkata : Berbahagialah engkau ! Engkau adalah di antara orang - orang yang selamat sejahtera ).
8. Puasa Tiga Bulan Berturut - Turut
Maksudnya dari Abu Hurairah RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah menyempurnakan puasa sebulan penuh selepas Ramadhan melainkan bulan Rejab dan Sya'ban.
dicilok & dipersembahkan kat korang semua oleh ~
Jiha Kamaruddin
Subscribe to:
Posts (Atom)